Home »

Bone

Yuk, Kenal Lebih Dekat Dengan Calon Ketua Kopri PKC PMII Sulsel Dari Cabang Bone

Saat melanjutkan kuliah S1 di STKIP Muhammadiyah Bone ia aktif di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bone.

Yuk, Kenal Lebih Dekat Dengan Calon Ketua Kopri PKC PMII Sulsel Dari Cabang Bone
justang/tribunbone.com
Andi Suriani 

Laporan Wartawan TribunBone.com Justang M

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - Andi Suriani (26), aktivis perempuan yang menyatakan kesiapan diri mencalonkan diri sebagai Ketua Korps PMII Putri Putri (Kopri) PKC PMII Sulsel Periode 2018 - 2020.

Andi Suriani lahir di Cingkang Bone, 26 Oktober 1991. Ia adalah anak pertama dari lima bersaudara.

Lulus di SD 212 Cingkang 2003, SMP 1 Palakka 2006, SMA 4 Watampone 2009 membuatnya tumbuh menjadi seorang perempuan yang aktif diberbagai organisasi.

Saat melanjutkan kuliah S1 di STKIP Muhammadiyah Bone ia aktif di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bone.

Bahkan pernah menjabat sebagai Ketua Komisariat PMII Komisariat STKIP Muhammadiyah Bone pada tahun 2011-2012.

Untuk memperdalam keilmuannya, alumni S2 Unhas ini aktif diberbagai kegiatan pelatihan di PMII. Mulai dari elatihan Epistemologi, pelatihan Kader Militan, pelatihan Kepemimpinan Perempuan dan berbagai kegiatan keperempuanan lainnya.

Seluruh jenjang pengkaderan dalam PMII juga telah ia tuntaskan, mulai Mapaba pada 2009, PKD Tahun 2010 dan PKL Tahun 2012.

Setelah itu ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekertaris Kopri PKC PMII Sulsel 2011-2014 dan Ketua 3 Kopri PKC PMII Sulsel 2015-2017.

Ia berharap dalam pemilihan itu dapat terpilih dan mengembangkan pergerakan kaum perempuan di Sulawesi Selatan.

"Motivasi saya salah satunya karna ingin menata sistem kaderisasi perempuan secara berjenjang karna kondisi hari ini melihat persentase aktfis prempuan yang rendah,"kata Andi Suriani kepada tribunbone.com, Selasa (27/3/2018) malam.

Ia mengaku termotivasi untuk mempersiapkan kader-kader perempuan nahdliyin dalam menghadapi tantangan zaman hari ini.

“Sudah saatnya kader putri membuktikan bahwa perempuan juga harus bisa tampil sebagai pemimpin di semua level, dan ini bahagian dari agenda awal untuk melakukan proses regenerasi kepemimpinan perempuan di internal NU,”jelasnya

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help