Kasus Pinjam Duit Warga Mamuju Viral di @hotmanparisofficial, Ini Penjelasan Polda Sulbar

Yavep mengatakan, kasus tersebut melibatkan tiga orang korban, masing-masing Rosdiana, Hamzah dan satu orang berinisial G yang lain.

Kasus Pinjam Duit Warga Mamuju Viral di @hotmanparisofficial, Ini Penjelasan Polda Sulbar
nurhadi/tribunsulbar.com
Direktur Kriminal Umum (Dir Krimum) Polda Sulbar, Kombes Pol Yaved Duma Parembang 

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sulbar, Kombes Pol Yaved Duma Parembang, menegaskan, keliru jika dikatakan laporan yang diterima mengenai kasus pinjam meminjam uang yang mengatasnamakan institusi dan pribadi yang lakukan oleh pejabat senior di Mamuju, tidak ditindaklanjuti pihak kepolisian.

Hal itu menanggapi video viral pernyataan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea, yang diunggah melalui akun instagram @hotmanparisofficial, yang mengatakan adanya laporan yang masuk di kepolisian soal oknum pejabat senior meminjam uang warga namun atas nama institusi dan pribadi namun tak ditebus.

"Keliru jika dikatan itu tidak ditindak lanjuti. Kasus itu, prosesnya sudah naik tahap penyidikan, sudah ada yang kita tetapkan sebagai tersangka berinisial G," kata Yaved saat ditemui dirungan kerjanya Mapolda Sulbar, Jl. Ahmad Kirang, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Senin (26/3/2018).

Yavep mengatakan, kasus tersebut melibatkan tiga orang korban, masing-masing Rosdiana, Hamzah dan satu orang berinisial G yang lain. Namun, kasus itu dilaporkan oleh Hamzah pada 27 September 2017.

"Korban datang disini atas nama Hamzah tanggal 27 September 2017. Ia melaporkan bahwa meraka ditipu atas nama G yang saat itu menjabat sebagai Bendahara BPKAD Kabupaten Mamuju," ujarnya.

"Semua prosesnya sudah berjalan sesuai prosedur, baik KUHP maupun Perkap nomor 14 tahun 2012 tentang manajemen penyidikan," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya terakhir memeriksa korban Ibu Rosdiana, setelah itu muncullah video viral Horman Paris Hutapea tersebut.

"Mungkin karena dia juga merasa terdesak karena uang yang dia berikan juga konon dipinjam dari orang lain. dan saya tegaskan kembali kasus itu dalam proses yang ditangani oleh penyidik bernama Arteks dan Andi Lolo," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan gelar perkara dan dikeluarkan surat SP2HP yang ditembuskan kepada korban bahwa kasusnya ditangani oleh Subdit II dan akan dilakukan tindak lanjut.

"Kita langsung memeriksa para saksi dan melengkapai berkas penyidikan termasuk terakhir kita memeriksa Ibu Rosdiana tanggal 14 Maret, dan dituankan dalam BAP saksi. Hari rabu lalu, kita meminta satu saksi untuk dimintai keterangan, tapi berhalangan hadir," katanya.

"Setelah itu, kita akan periksa kembali tersangka. Jadi saya mau katakan tidak benar, jika dikatakan laporan ini tidak ditindak lanjuti, karena kasus ini masih berproses dan sudah menetapkan tersangka," tuturnya

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help