Harga Pertalite Naik, ASITA Sulsel: Pasti Berpengaruh Bagi Industri Parawisata

Mengakibatkan semua harga komponen tour jadi mahal sehingga harge paket-paket tour jadi naik.

Harga Pertalite Naik, ASITA Sulsel: Pasti Berpengaruh Bagi Industri Parawisata
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Ketua Asita Sulsel Didi L Manaba kepada wartawan disela Konferensi Pers Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Sulsel terkait Kebijakan Garuda Mengenai Pemberlakuan Komisi Agen di Gedung Mulo, Senin (6/2/2017). Mareka menolak kebijakan manajemen PT Garuda Indonesia (Tbk) Persero tentang penyesuaian komisi dan realokasi insentif ke seluruh agen Garuda Indonesia di tanah air. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --PT Pertamina (Persero) kembali naikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertalite.

Kenaikan tersebut menurut Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Sulsel, Didi L Manaba berpengaruh terhadap industri parawisata.

"Kenaikan ini pasti berpengaruh bagi kami di industri parawisata," kata Didi L Manaba saat dikonformasi Tribun Timur, Senin (26/3/2018).

Di mana kenaikan BBM non subsidi jenis Pertalite tersebut mengakibatkan semua harga komponen tour jadi mahal sehingga harge paket-paket tour jadi naik.

"Kami akan kesulitan bersaing harga dengan negara-negara Asia yang lain karena harga yang mahal," kata Didi L Manaba mengeluhkan kenaikan tersebut.

Sehingga menurutnya jika kondisi tersebut terus berlanjut maka target kunjungan wisatawan oleh Kementerian Parawisata akan sulit tercapai termasuk di Sulsel.(*)

Penulis: Hasrul
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help