Begini Cara Dinkes Bantaeng Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia

Yasin juga menganjurkan untuk berkoordinasi dengan lintas sektor dalam upaya penurunan angka kasus Tuberkulosis.

Begini Cara Dinkes Bantaeng Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia
edi/tribunbantaeng.com
Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia ke 136 tahun dengan membagikan masker di jalanan, Sabtu (24/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunBantaeng.com, Edi Hermawan

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Dinas Kesehatan Kabupaten Bantaeng memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia ke 136 tahun dengan membagikan masker di jalanan, Sabtu (24/3/2018).

Diawali dengan senam dan jogging di Lapangan Pantai Seruni Bantaeng, lalu dilanjutkan dengan membagikan masker, leaflet dan balon stop TB kepada masyarakat.

Pada sela-sela pembagian leaflet, juga turut hadir Plt Bupati Bantaeng, Muhammad Yasin, dengan memberikan dukungan upaya eliminasi Tuberculosis oleh Dinas Kesehatan.

Yasin juga menganjurkan untuk berkoordinasi dengan lintas sektor dalam upaya penurunan angka kasus Tuberkulosis.

Baca: Dispora Gagas Kolaborasi Dengan PPPA Bantaeng

"Kegiatan ini sangat bagus untuk upaya penurunan angka kasus tuberculosis, sebaiknya berkoordinasi dengan lintas sektor untuk mendukung upaya ini," ujarnya kepada TribunBantaeng.com.

Selain membagikan masker kepada warga yang sedang berolahraga pada ikon Bantaeng, tim yang dipimpin Kadis Kesehatan Bantaeng, Andi Ihsan juga membagikan pada sejumlah lampu merah.

Dia didampingi oleh Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Armansyah yang berharap masyarakat teredukasi dalam mengenali penyakit tuberkulosis.

Sehingga melalui berbagai inovasi dari Dinkes diharapkan jumlah kasus tuberkulosis bisa menurun.

Baca: Ini Sebab Pertambahan Jumlah Pemilih Menurut Komisioner KPU Bantaeng

"Kami harap melalui kegiatan ini warga bisa memahami dan mengenali penyakit tuberkulosis. Kami juga menghadirkan berbagai inovasi untuk menurunkan jumlah kasus TBC," ujar Armansyah.

Beberapa inovasi yang muncul dalam usaha eliminasi kasus TBC adalah dibentuknya Pos TBC pada tiap Desa, pembentukan kelas TBC, investigasi kasus kontak.

Pemantauan menelan obat, pembentukan kader kesehatan TBC dan tokoh agama promosi kesehatan (promkes).

"Pekan depan akan kami lanjutkan lagi dengan kegiatan ketuk pintu dalam rangka investigasi kontak penderita tuberkulosis selaras dengan slogan program eliminasi tuberkulosis yaitu Temukan Obati Sampai Sembuh (TOSS TB)," tuturnya. (*)

Penulis: Edi Hermawan
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help