Pilkada Enrekang 2018

Panwaslu Sebut Pemasangan APK di Enrekang Mubazir, Numpuk di Satu Titik

Pemasangan APK Paslon di sejumlah titik tersebut dinilai mubazir oleh Ketua Panwaslu Enrekang, Suardi Mardua.

Panwaslu Sebut Pemasangan APK di Enrekang Mubazir, Numpuk di Satu Titik
m azis albar/tribunenrekang.com
Salah titik pemasangan APK di Desa Kolai, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. 

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, Muh Azis Albar

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Enrekang telah memasang Alat Peraga Kampanye (APK) pasangan calon tunggal Muslimin Bando (MB) dan Asman di beberapa titik di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Namun, pemasangan APK Paslon di sejumlah titik tersebut dinilai mubazir oleh Ketua Panwaslu Enrekang, Suardi Mardua.

Itu lantaran, pemasangan APK banyak yang saling menumpuk di satu titik pemasangan. Itu lantaran titik pemasangannya mengacu pada rincian yang resmi dikeluarkan oleh KPU.

Sehingga banyak APK yang tidak terakomodir karena titik pemasangannya sangat terbatas. Ia mencontohkan, jika dalam satu desa terdalat lima dusun, maka lokasi pemasangan hanya satu titik.

Baca: Baru Beberapa Hari, Baliho Cagub di Jeneponto Sudah Hancur

Baca: Baliho Relawan Kotak Kosong Mendominasi, Tim MB-Asman Minta Ini ke KPU

"Jadi terpaksa, semua APK dipasang, mulai dari baliho, umbul-umbul, sampai spanduk," ujar Suardi, Kamis (22/3/2018).

Padahal, lanjut Suardi, dalam satu desa itu bisa sampai maksimal lima spanduk, sesuai aturan dua dari KPU dan tiga dari paslon yang dicetak sendiri.

"Jadi seharusnya ada aturan yang memperbolehkan pemasangan di tempat lain, asal tak mengganggu tempat-tempat umum," tuturnya.

Opsi lain, Pemkab mengeluarkan surat edaran ke masing-masing desa dan kecamatan terkait regulasi tambahan yang sudah dikeluarkan KPU terkait pemasangan APK itu.

Ia menambahkan, akan melakukan koordinasi dengan KPU Enrekang maupun Kesbangpol terkait hal tersebut, agar pemasangan APK tidak terkesan mubazir.(*)

Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved