FTI UMI Edukasi Masyakarat soal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Lewat Kuliah Umum

Dalam pemaparannya, Amri meyebutkan bahwa kesadaran K3 di Indonesia masih kurang, padahal pada lain pihak, negara kita sedang berpacu

FTI UMI Edukasi Masyakarat soal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Lewat Kuliah Umum - kuliah-umum-fti-umi-1_22032018_20180322_193054.jpg
DOK FTI UMI
Kepala Sekretariat DK3N, Amri AK saat menyampaikan kuliah umum bertajuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan Daya Saing Global yang diselenggarakan FTI UMI di Auditorium KH Muhammad Ramly, kampus FTI UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (22/3/2018).
FTI UMI Edukasi Masyakarat soal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Lewat Kuliah Umum - kuliah-umum-fti-umi-2_22032018_20180322_193216.jpg
DOK FTI UMI
Peserta kuliah umum bertajuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan Daya Saing Global.
FTI UMI Edukasi Masyakarat soal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Lewat Kuliah Umum - amri-ak-saat-berfoto-bareng-dengan-pimpinan-fti-umi_20180322_193255.jpg
DOK FTI UMI
Amri AK saat berfoto bareng dengan jajaran pimpinan FTI UMI.
FTI UMI Edukasi Masyakarat soal Kesehatan dan Keselamatan Kerja Lewat Kuliah Umum - amri-ak-dan-zakir-sabara-h-wata-mt-asean-eng_20180322_193438.jpg
DOK FTI UMI
Amri AK menerima cenderamata dari Dekan FTI UMI, Zakir Sabara H Wata MT ASEAN Eng.

TRIBUN-TIMUR.COM - Fakultas Teknologi Industri (FTI), Universitas Muslim Indonesia (UMI) berupaya mengambil peran dan posisi untuk mengedukasi masyarakat di tengah berbagai persoalan kegagalan konstruksi dan kecelakaan kerja di sektor konstruksi serta sektor lainnya di Indonesia

Hal tersebut pun mendasari pelaksanaan kuliah umum bertajuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dan Daya Saing Global yang diselenggarakan FTI UMI di Auditorium KH Muhammad Ramly, kampus FTI UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (22/3/2018).

Kuliah umum dibawakan Kepala Sekretariat DK3N, Amri AK.

Dalam pemaparannya, Amri meyebutkan bahwa kesadaran K3 di Indonesia masih kurang, padahal pada lain pihak, negara kita sedang berpacu membangun industri.

Sisi K3 harus mampu menjamin keselamatan operasi dari aktivitas industri.

"Tanpa keahlian K3 yang mumpuni, kecelakaan kerja akan terus terjadi. Peran Ahli K3 memiliki peran strategis dalam kita bersaing di lingkup global. Oleh karena itu Kampus dan lembaga pendidikan harus mampu melahirkan SDM berkualitas. Kami mengapresiasi atas upaya FTI UMI membangun MoU untuk membekali seluruh dosen dan mahasiswa untuk menjadi ahli K3 Umum dan spesialis," kata Amri.

Tampil sebagai pemandu, pengajar K3 Teknik Industri FTI UMI, Nadzirah Ikasari.

Dalam siaran pers FTI UMI, kuliah umum ini diikuti 150 peserta.

Mereka terdiri praktisi proyek perkeretaapian, kontraktor dan konsultan dari Program Profesi Insinyur FTI UMI, akademisi, mahasiswa, perwakilan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Selatan.

Juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum Konawe Utara, Majenuddin; Direktur PDAM Penajam Paser Utara, Taufik; Manajer K3 PT EPFM, Naim Hamid; konsultan engineering dari Sorong, Didik; dan Sekretaris Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional (DK3N), Armansyah.

"Kegiatan ini penting sebagai suplemen menghasilkan insinyur yang berkualitas. Tanpa pemahaman K3 yang kuat, kegiatan insinyur hanya akan melahirkan trauma bagi masyarakat dan kehancuran dari perusahaan," ujar Didik.

Selain kuliah umum, juga dilaksanakan penandatangan MoA Penyelenggaraan Sertifikasi Ahli K3 Umum.(*)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved