Sidak 2 Pasar Tradisional di Mamuju, Wakil Gubernur: Isu Telur Palsu Itu Hoax

Sidak itu akan dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan tim terpadu demi menjaga keamanan pangan

Sidak 2 Pasar Tradisional di Mamuju, Wakil Gubernur: Isu Telur Palsu Itu Hoax
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Wakil Gubernur Sulbar Enny Angraeni Anwar bersama Kepala BPOM Mamuju, Neti Nurmuliawati, saat menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di pasar central lama Mamuju, Rabu (21/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Wakil Gubernur Sulbar Enny Angraeni Anwar bersama Kepala BPOM Mamuju, Neti Nurmuliawati, menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di dua pasar tradisional dalam Kota Mamuju, Rabu (21/3/2019).

Kedua pasar tradisional, yakni Pasar Baru Regional Mamuju, Jl Diponegoro, Kelurahan Karema dan Pasar Central Lama Mamuju, Jl Pasar Lama, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju.

Kepala BPOM mengatakan, sidak tersebut dalam rangka pengawasan bahan berbahaya yang sering disalahgunakan pada pangan, seperti ikan, ayam, daging, buah dan komoditi lainnya.

"Sidak ini juga merespon maraknya peredaran informasi tentang beredar telur palsu di pasar-pasar tradisional. Kita mau menyampaikan kepada pedagang utamanya masyarakat sebagai konsumen, bahwa itu hoax karena telur palsu itu tidak ada," kata Neti kepada TribunSulbar.com, usia menggelar sidak di pasar lama Mamuju, Rabu (21/3/2018).

Wakil Gubernur Sulbar Enny Angraeni Anwar bersama Kepala BPOM Mamuju, Neti Nurmuliawati, saat menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di pasar central lama Mamuju, Rabu (21/3/2019).
Wakil Gubernur Sulbar Enny Angraeni Anwar bersama Kepala BPOM Mamuju, Neti Nurmuliawati, saat menggelar inspeksi mendadak (Sidak) di pasar central lama Mamuju, Rabu (21/3/2019). (TRIBUN TIMUR/NURHADI)

Neti mengatakan, berdasarkan hasil sidak ada salah satu makan berwarna ping berbentuk oval atau bundar, telah dicurigai mengandung bahan berbahaya, namun kata dia, belum dapat di pastikan karena belum dilakukan pemeriksaan sampel lab.

"Kita belum bisa memastikan, tapi besar kecurigaan saya itu mengandung Rhodamin, apalagi bahan pewarna di makanan itu tidak merata," ujarnya.

"Sebentar kita langsung uji, hasilnya kemudian akan kita umumkan, jika positif kita akan diamankan langsung barangnya, kemudian kita akan telusuri hingga pembuat produk, setidaknya kami akan berikan pembinaan dulu, bahwa bahan yang digunakan itu berbahaya bagi kesehatan tubuh bila di konsumsi," lanjutnya.

Sementara Wakil Gubernur Sulbar Enny Angraeny Anwar mengatakan, sidak itu akan dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan tim terpadu, seperti Dinas Pertanian dan Peternakan, Perikanan dan Kelautan, Perindag, dan Kesehatan, demi menjaga keamanan pangan yang ada di wilayah Mamuju dan wilayah lain.

"Saya kira sejauh ini belum ada yang kita temukan karena baru mau diperiksa. Kemudian terkait isu telur palsu itu tidak ada. Jadi berita yang selama ini beredar ada telus palsu, itu hoaks atau bohong. Kita liat sendiri juga tadikan," ujar mantan anggota DPR RI itu.

"Ini akan selalu kita lakukan bersama BPOM, tiap bulan. Apalagi menjelang bulan Ramadhan itu akan kita intenskan. Mulai dari kue, buah, ikan dan bahan lainnya akan kita periksa karena ditakutkan mengandung formalin dan bahan berbahaya lainnya," tuturnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved