Pilgub Sulsel 2018

Ziarah Makam Datuk Patimang di Malangke Luwu Utara, Ini Rencana Nurdin Halid

Kondisi makam Datuk Patimang yang bernama asli Datuk Sulaiman dan bergelar Khatib Sulung itu dianggap perlu untuk

Ziarah Makam Datuk Patimang di Malangke Luwu Utara, Ini Rencana Nurdin Halid
abdul azis/tribun-timur.com
NH berziarah ke makam Datuk Sulaiman Pattimang, di Kecamatan Malangke, Luwu Utara, Sabtu (17/3/2018) kemarin. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Cagub nomor urut satu, Nurdin Halid (NH) melakukan kunjungan ke Kabupaten Luwu Utara.

Pada kesempatan tersebut, NH berziarah ke makam Datuk Sulaiman Pattimang, di Kecamatan Malangke, Luwu Utara, Sabtu (17/3/2018) kemarin.

Kondisi makam Datuk Patimang yang bernama asli Datuk Sulaiman dan bergelar Khatib Sulung itu dianggap perlu untuk diremajakan. Hal itu diungkapkan Nurdin Halid yang menyebut kondisi makam terkesan kurang terawat.

"Pemugaran makam beliau ini sudah mendesak. Selain menghormati beliau, masyarakat juga bisa lebih tertarik untuk berziarah ke sini," ucap NH via rilis tim media NH-Aziz, Senin (19/3/2018).

Sekadar diketahui, Datuk Sulaiman adalah seorang ulama dari Koto Tangah, Minangkabau yang menyebarkan agama Islam ke Kerajaan Luwu, Sulawesi sejak kedatangannya pada tahun 1593 atau penghujung abad ke-16 hingga akhir hayatnya.

Dikutip dari situs Wikipedia, dia bersama dua orang saudaranya yang juga ulama, yaitu Datuk ri Bandang yang bernama asli Abdul Makmur dengan gelar Khatib Tunggal dan Datuk ri Tiro yang bernama asli Nurdin Ariyani dengan gelar Khatib Bungsu menyebarkan agama Islam ke kerajaan-kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan pada masa itu.

Pada awalnya Datuk Patimang dan Datuk ri Bandang melaksanakan syiar Islam di wilayah Kerajaan Luwu, sehingga menjadikan kerajaan itu sebagai kerajaan pertama di SulawesiSelatan, Tengah dan Tenggara yang menganut agama Islam.

Kerajaan Luwu merupakan kerajaan tertua di Sulawesi Selatan dengan wilayah yang meliputi Luwu,Luwu Utara, Luwu Timur serta Kota Palopo,Tana Toraja, Kolaka (Sulawesi Tenggara) hingga Poso (Sulawesi Tengah).

Penulis: Abdul Azis
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help