Beredar Info Pengangkatan Honorer K2, Kepala BKPSDM Lutim: Hoax

Ia pun meminta pegawai honorer maupun berstatus K2 berhati-hati dengan praktek penipuan berdalih pengangkatan K2.

Beredar Info Pengangkatan Honorer K2, Kepala BKPSDM Lutim: Hoax
ivan ismar/tribunlutim.com
Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Luwu Timur, Kamal Rasyid 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Beredar informasi pengangkatan 200 pegawai Kategori 2 (K2) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada April 2018 di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Informasi tersebut beredar di kalangan guru di daerah berjuluk Bumi Batara Guru akhir-akhir ini.

Informasi tersebut langsung dibantah Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Luwu Timur, Kamal Rasyid, Kamis (15/3/2018).

"Hoax itu, kalau ada informasi pengangkatan K2 maka cuma Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) yang berwenang untuk mengumumkan bukan instansi lain," kata Kamal kepada TribunLutim.com.

Ia pun meminta pegawai honorer maupun berstatus K2 berhati-hati dengan praktek penipuan berdalih pengangkatan K2. "Apalagi yang tidak melalui pemerintah dalam hal ini KemenPAN-RB," ujarnya.

Baca: Berapa Jumlah Gaji Guru Honorer di Sulsel? Ini Cara Menghitungnya

Baca: Buat Gaji Guru Honorer, SMA 2 Luwu Timur Minta Sumbangan Orangtua Siswa

Ia menjelaskan, MenPAN-RB RI, Asman Abnur sudah mengumumkan kepada PNS maupun non PNS tidak ada lagi pengangkatan K2. Itu disampaikan Asman saat menghadiri rangkaian HUT Luwu Timur, tepatnya di rumah jabatan bupati, tahun lalu.

"Waktu di rujab bupati pada saat HUT Lutim 2017 yang lalu, pak menteri yang langsung umumkan di hadapan jajaran Pemda Luwu Timur baik PNS maupun non-PNS bahwa tidak ada lagi pengangkatan K2," jelasnya.

Melainkan, kata Kamal, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). "Terkait P3K juga masih menunggu terbitnya peraturan pemerintah yang mengatur secara teknis sebagai penjabaran UU ASN No 5 Tahun 2014," katanya.(*)

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help