opini

KLAKSON Abdul Karim: Pelakor

Ada hati yang tercabik-cabik. Ada malu yang meluap. Ada kegetiran yang cukup dalam.

KLAKSON Abdul Karim: Pelakor
Abdul Karim 

Oleh: Abdul Karim
Mantan Direktur Lembaga Advokasi dan Pendidikan Rakyat (LAPAR)

SELAMAT datang tahun politik, selamat datang pelakor. Dijagat maya, peristiwa pelakor (perebut lelaki orang) tumpah ruah akhir-akhir ini.

Adegan pelakor yang ketahuan sambung menyambung  dijagat maya. Kita yang menyaksikannya bagai menonton adegan antagonis yang mencemaskan. Bahkan, mengerikan. 

Video singkat pelakor yang melintas membuahkan cemooh, hingga kutukan. Sebab kita tahu pelakor adalah aksi perampasan yang keji, barangkali sama dengan korupsi.

Dengan itu, kita faham bahwa di negeri ini kepemilikan atas suami/istri pun sama sekali tak aman.

Kita simak bagaimana sang pelakor diterjang sang istri. Disitu ada murka yang membuncah. Ada api yang membakar.

Ada hati yang tercabik-cabik. Ada malu yang meluap. Ada kegetiran yang cukup dalam.

BACA JUGA: OPINI: Dicari Kandidat Kepala Daerah yang Pro Bantuan Hukum

BACA JUGA: Opini Prof Mardan: Transformasi Universitas Islam

Ada gejolak yang tak terelak. Tentu saja ada keimanan yang lembek.

Halaman
123
Tags
Pelakor
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help