NH Aziz

Begini Penilaian Warga Maros Terhadap NH

Safari politik NH-Aziz di Kabupaten Maros, Senin-Selasa kemarin direspon positif oleh warga.

Begini Penilaian Warga Maros Terhadap NH
handover
Joe, salah satu pendamping desa di Maros. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Safari politik calon gubernur-wakil gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) di Kabupaten Maros, Senin-Selasa (12-13/3) kemarin direspon positif oleh warga.

Gelombang dukungan terus berdatangan buat pasangan nomor urut satu. Dalam rangkaian kampanye terbatas, selain menumpahkan keluh kesah, masyarakat Maros juga memberikan apresiasi, baik terhadap ketokohan maupun gagasan dan program NH-Aziz.

Salah seorang warga Maros, Joe, mengungkapkan siap mendukung dan memenangkan NH-Aziz karena ketokohan pasangan nasionalis-religius tersebut.

NH-Aziz merupakan Wakil Presiden Koperasi Asia Pasifik sekaligus elite DPP Golkar. Adapun Aziz pernah tiga kali menjadi anggota DPD RI.

Hanya pasangan calon ini yang memiliki jaringan kuat dan luas di tingkat nasional dan internasional.

"NH-Aziz adalah tokoh nasional yang tidak perlu diragukan. Mereka ini aset Sulsel, tidak banyak tokoh Sulsel yang bisa berkiprah dan sukses di pentas nasional, apalagi internasional. Bahkan, kalau diibaratkan NH-Aziz ini pemimpin dengan kualitas ekspor," ujar Joe yang merupakan tenaga pendamping desa di Maros.

Tidak hanya dari segi ketokohan, Joe menuturkan 'jatuh hati' pada NH-Aziz karena gagasan dan programnya yang sangat pro-rakyat. Terkhusus pada gerakan membangun di kampung.

Program itu sangatlah brilian. Meski demikian, sambung dia, butuh kerja keras dalam implementasinya. Termasuk harus mampu melihat potensi setiap wilayah yang berbeda-beda.

Contohnya di Kabupaten Maros, tidak semua kecamatan kini memiliki potensi pertanian.

"Beberapa di antaranya sudah beralih fungsi menuju agrobisnis dan agroindustri, ada pula yang jadi kawasan perumahan. Seperti di Moncongloe, Tanralili dan Marusu. Saya harap NH-Aziz dapat memperhatikan itu dengan tetap mempertahankan kearifan lokal, jangan sampai masyarakat di sana terzalimi oleh masuknya pemodal," ulas dia via rilis, Rabu (14/3/2018).

Halaman
12
Penulis: Abdul Azis
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help