Bank Indonesia Optimis Bisa Jaga Stabilitas Rupiah

Di sisi lain, BI melihat pada 2018 khususnya Februari hingga Maret terjadi tekanan pada Rupiah.

Bank Indonesia Optimis Bisa Jaga Stabilitas Rupiah
KOMPAS/HERU SRI KUMORO
Ilustrasi Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo merespon pernyataan lembaga rating Standard and Poor’s (S&P) menyangkut nasib mata uang Rupiah.

Mengutip Kontan.co.id, Rabu (14/3/2018), S&P memprediksi Rupiah berpotensi melemah ke level Rp 15 ribu per Dollar Amerika Serikat (AS).

"Karena selama ini BI bisa menjaga stabilitas Rupiah tetap mencerminkan fundamental ekonomi kita dan selama ini ada di kisaran seperti sekarang Rp 13.750," ujarnya.

Di sisi lain, BI melihat pada 2018 khususnya Februari hingga Maret terjadi tekanan pada Rupiah.

Hal itu, dampak dari sentimen eksternal seperti rapat The Federal Open Market Committee (FOMC).

Baca: DPK Bulan Pertama Sulsel Tumbuh Melambat, Begini Penjelasan Bank Indonesia

"Pertemuan FOMC memberikan kesan bahwa ekonomi Amerika sedang dalam proses pemulihan dan ada kemungkinan suku bunga Fed dinaikkan lebih dari tiga kali," ujarnya.

Kedua, efek dari kebijakan Presiden Donald Trump yang mengeluarkan aturan terkait bea masuk untuk baja dan aluminium.

Kedua hal tersebut memberi sentimen positif bagi Dollar sehingga menekan mata uang dari negara lain.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved