Seperti Kubangan Kerbau, Warga Simboro Keluhkan Jalanan Menuju Kantor Gubernur Sulbar

jalanan yang merupakan wewenang pemerintah provinsi dan sekaligus akses menuju kantor Gubernur Sulbar tersebut, laiknya kubangan kerbau.

Seperti Kubangan Kerbau, Warga Simboro Keluhkan Jalanan Menuju Kantor Gubernur Sulbar
nurhadi/tribunsulbar.com
Kondisi Jl. RE. Marthadinata, Kelurahan Simboro usai diguyur hujan. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Warga Jl. RE. Marthadinata, Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, tepat di dekat kantor PT. Taspen Mamuju, mengeluhkan kondisi jalan yang kian hari makin rusak.

Pantauan TribunSulbar.com, Selasa (13/3/2018) jalanan yang merupakan wewenang pemerintah provinsi dan sekaligus akses menuju kantor Gubernur Sulbar tersebut, laiknya kubangan kerbau.

Baca: Beri Beasiswa ke 4500 Mahasiswa, Pemkab Lutim Siapkan Rp 18 Miliar

Bahkan, selama TribunSulbar.com, melakukan pantauan di lokasi sekitar lima menit, tidak sedikit pengendara roda dua yang harus terhenti kendaraannya ditengah genangan air akibat mesin kendaraan kemasukan air.

Kondisi Jl. RE. Marthadinata, Kelurahan Simboro usai diguyur hujan.
Kondisi Jl. RE. Marthadinata, Kelurahan Simboro usai diguyur hujan. (nurhadi/tribunsulbar.com)

Pasalnya, genangan air tersebut cukup tinggi diperkirakan mencapai 30 centimeter, sehingga air mengenai mesin kendaraan roda dua yang melintas.

Baca: Polsek Binamu Sosialisasi Bahaya Hoaks di SMKN 8 Jeneponto

Menurut pengakuan warga sekitar, Andri, yang rumah tepat berada di depan jalanan rusak tersebut menuturkan, setiap hujan turun jalan tersebut layaknya sungai.

"Kita tersiksa disini warga sekitar, mungkin tidak narasa ini Gubernur kalau lewat karena bagus mobilnya dan pake kecamata riben juga sehingga tidak naliat," kata Andri kepada TribunSulbar.com, Selasa (13/3/2018).

Bahkan, kata dia, setiap hujan deras turun, genangan air merembes hingga masuk kedalam rumah mereka.

Kondisi Jl. RE. Marthadinata, Kelurahan Simboro usai diguyur hujan.
Kondisi Jl. RE. Marthadinata, Kelurahan Simboro usai diguyur hujan. (nurhadi/tribunsulbar.com)

"Ini sudah bertahun-tahun seperti ini, disini kalau banjir kayak sungai, air masuk kedalam rumah karena karena tidak ada pembuangannya," ujarnya.

Bahkan, lanjut dia, sudah beberapa warga yang tinggal disekitar jalan ini, sudah menjual rumah karena kalau banjir rumah mereka seperti kolam.

"Paling biasa ditimbung pake pasir sungai, dan itu tidak cocok karena mencelakai saja orang, karena kalau lewat injak batu pasti jatuh, dan sudah banyakmi orang jatuh disini," jelasnya.

Ia berharap, pemerintah dapat memperhatikan jalan tersebut sebab masyarakat sudah cukup tersiksa dengan kondisi jalan itu jika hujan turun.

"Kami meminta jangan karena ada jalan arteri, dilupakan ini jalanan, karena ini tanggungjawab pemerintah provinsi. Inikan jalanan awal sejak terbentuknya provinsi, akses utama yang tiap hari dilalui pejabat, sehingga harus diperhatikan betul," tuturnya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help