Pesawat Turbulensi Dahsyat, Hanya Ini Yang Dilakukan Senator Iqbal Parewangi Sambil Berteriak!

bertahun-tahun bergelut dengan fisika dan menyelami filsafat quantum, Iqbal amat paham mengapa turbulensi disegani insan dirgantara?

Pesawat Turbulensi Dahsyat, Hanya Ini Yang Dilakukan Senator Iqbal Parewangi Sambil Berteriak!
DOK.TRIBUN
BEREWOK - Senator RI asal Sulsel, AM Iqbal Parewangi, bersama istri, Yusrah Taqiyah Tadjuddin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Senator RI asal Sulsel Iqbal Parewangi'>AM Iqbal Parewangi sudah mondar-mandari di udara di dalam dan luar negeri. Pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda ini pun sudah berkali-kali mengalami turbulensi di angkasa.

Hanya, turbulensi yang dialami suami cucu mantan Ketua Muhammadiyah Sulsel KH Djamaluddin Amien, Yusrah Taqiyah Tadjuddin, Senin (12/3/2018) malam lebih seru dari biasanya.

Pesawat yang ditumpangi Iqbal anjlok beberapa kilometer karena hampa udara.

Seisi pesawat panit. Jantung Iqbal seketika berdebar kencang.

Di tengah situasi genting itu, Iqbal tiba-tiba bertiak, "Laa haula wa laa kuwwata illaa billah".

Teriakan "laa haula wa laa kuwwata illaa billah" yang dikumandangkan Fisikiwan alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu dilambari kepasrahan mendalam. Rasanya pun beda.

“Beda suasana, beda pula kedalaman rasa ‘laa haula wa laa kuwwata illaa billah’ yang terlafadz.
Saya alami perbedaan itu dalam penerbangan Makassar-Jakarta tadi. Dibanding sebelum takeoff, yang berjalan mulus, kedalaman rasa lafadz itu seperti tak terukur saat turbulensi,” jelas Iqbal, beberapa saat setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta, Selasa (13/3/2018) dini hari.

Menurut Iqbal. turbulensi itu cuma beberapa menit, amplitudo guncangannya pun tidaklah ekstrem.

“Penumpang di kiri-kanan saya juga tidak sampai memekik keras, walau jemari mereka tampak mencengkeram kuat sandaran tangan. Saya malah masih bisa fokus ke layar laptop, sambil menjaga mediator global saya itu tidak terpelanting,” kata Iqbal.

Tapi, turbulensi di malam Selasa itu jadi berbeda bagi Iqbal. “Yang saya nikmati, turbulensi itu mendaratkan saya pada sepenggal kesadaran berhikmah tentang ‘laa haula wa laa kuwwata illaa billah’,” kata Iqbal.

Halaman
12
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved