Home »

Maros

Pedagang Pasar Sentral Maros Polisikan BMT, Ini Penyebabnya

Setelah pihaknya melakukan berbagai upaya hukum, termasuk somasi dan mengumumkan ke media.

Pedagang Pasar Sentral Maros Polisikan BMT, Ini Penyebabnya
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Pedagang pasar sentral Maros datang ke Polres Maros, untuk melaporkan pimpinan Balai Usaha Mandiri Terpadu atau Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Al-Azhar Maros, Mawar Karim ke Polres Maros. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Sebanyak 43 pedagang pasar sentral Maros datang ke Polres Maros, untuk melaporkan pimpinan Balai Usaha Mandiri Terpadu atau Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Al-Azhar Maros, Mawar Karim, Selasa (13/3/2018).

Para pedagang kecewa lantaran tidak bisa mengambil uang tabungannya yang dikelola oleh BMT selama beberapa tahun terakhir.

Padahal pedagang tersebut ingin menarik uang, untuk dijadikan modal usaha di pasar Tramo. Sejumlah pedagang pasar sentral telah dipindahkan ke Tramo untuk berjualan.

Warga datang melapor didampingi oleh Direktur LBH Salewangang, Muh Syahril dan Wakilnya, Richo. Para pelapor langsung dimintai keteranggan oleh penyelidik Polres.

Perwakilan pedagang, Muh Syukur mengaku terpaksa melaporkan pimpinan BMT Al Azhar lantaran, belum membayar tabungannya. Padahal pedagang sangat membutuhkan uangnya.

"Kami sudah beberapa kali menemui pimpinan BMT di kantornya, tapi hanya dijanji saja. Kami ini, mau pakai uang tabungan, untuk jadi modal. Kami selalu dijanji saja, tapi tidak ada realisasi," katanya.

Sementara, Direktur LBH Salewangang, Syahril menambahkan, laporan tersebut dilakukan, setelah pihaknya melakukan berbagai upaya hukum, termasuk somasi dan mengumumkan ke media.

Namun, Mawar Karim belum pernah berinisiatif membayar pedagang. Selama berjualan di pasar sentral, setiap hari petugas BMT datang menagih.

"Makanya kami melakukan pelaporan terhadap Mawar Karim, terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan serta pelanggaran perbangkan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help