Jika Jadi Gubernur, Nurdin Abdullah Harap Sinergi Pemprov Sulsel dan Pemda Bone

Calon Gubernur nomor urut 3 HM Nurdin Abdullah menyebut wilayah Bone adalah daerah terluas di Sulsel.

Jika Jadi Gubernur, Nurdin Abdullah Harap Sinergi Pemprov Sulsel dan Pemda Bone
handover
Calon Gubernur Sulawesi Selatan Nomor urut 3, HM Nurdin Abdullah, menemui warga Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, Selasa (13/3/2018). 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Calon Gubernur nomor urut 3 HM Nurdin Abdullah menyebut wilayah Bone adalah daerah terluas di Sulsel.

Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan kampanye dialogis di Pompanua, kecamatan Ajangale, kabupaten Bone, Selasa (13/3/2018)

Olehnya itu, dibutuhkan sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi (Pemprov) dan pemerintah kabupaten (Pemkab) untuk memberikan layanan masyarakat dan pembangunan di Bone.

Baca: Temui Warga Ajangale Bone, Begini Kampanye Nurdin Abdullah

“Bone wilayahnya terlalu luas, harus ada peran Gubernur, terlalu besar wilayahnya dan potensinya luar biasa, belum tentu selama 5 tahun semuanya bisa dilihat, harus dikelola dengan baik dengan sinergi Pemprov dan Pemkab,” kata Nurdin di hadapan ratusan warga Pompanua, via rilis ke tribun-timur.com.

Nurdin berharap Bone menjadi daerah pusat pembibitan jenis tanaman pangan yang baru dan dapat menyuplai daerah lain

Ia mencontohkan Bantaeng yang dipimpinnya hampir 10 tahun, yang bisa menghasilkan beberapa varietas tanaman unggulan, seperti Talas Bantaeng yang menjadi favorit warga Jepang.

Baca: Nurdin Abdullah Mengaku Putra Parepare bukan Bantaeng

Setiap bulannya, Talas Bantaeng diekspor ke Jepang berkisar 40 ton perbulannya. Sementara kebutuhan Jepang akan buah Talas yang dijadikan pengganti nasi, mencapai 3.000 ton perbulan.

“Sulsel ini masa depannya Indonesia, apakah sebanding dengan nama lumbung pangan nasional dengan tingkat kesejahteraan petani kita, sebagai contoh di awal-awal pemerintahan saya di Bantaeng, kita sudah Tudang Sipulung tentukan waktu menanam, tapi benih dan pupuk belum datang. Ini harus kita selesaikan, petani harus sejahtera sehingga daya beli masyarakat juga ada,” pungkas jebolan jurusan pertanian Universitas Kyushu Jepang ini.

Dalam safari politik di tanah kelahiran Wapres Jusuf Kalla, Prof Nurdin yang didampingi istri tercintanya, Lies Fachrudin dan kerabat serta pendukungnya juga akan menemui tokoh-tokoh masyarakat Bone, seperti mantan Bupati Bone dua periode Andi Idris Galigo serta tokoh-tokoh Bone lainnya.(*)

Penulis: Saldy
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help