Ini Alasan Kodim Maros Larang Petani Jual Gabah ke Tengkulak

Dia mengimbau, petani supaya tidak terkecoh dengan harga tinggi yang ditawarkan oleh tengkulak.

Ini Alasan Kodim Maros Larang Petani Jual Gabah ke Tengkulak
HANDOVER
Kodim 1422 Maros semakin gencar melakukan Operasi Serapan Gabah Petani (Sergap) agar gabah petani bisa diserap maksimal oleh Bulog. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Kodim 1422 Maros semakin gencar melakukan Operasi Serapan Gabah Petani (Sergap) agar gabah petani bisa diserap maksimal oleh Bulog.

Dandim 1422 Maros, Letkol Kav Mardi Ambar mengatakan, Selasa (13/3/2018) gabah yang berhasil dicegat, rencananya akan dibawa ke Kabupaten Sidrap.

"Tadi malam, ada beberapa titik lokasi prajurit melakukan operasi. Anggota berhasil menghalau penjualan gabah petani oleh tengkulak. Gabah itu, mau dibawa ke Sidrap," katanya.

Baca: Musim Panen, Kodim 1422 Maros Terapkan Operasi Sergap, Ini Targetnya

Para oknum sengaja membeli gabah saat malam hari, supaya leluasa mengangkutnya ke Sidrap. Oknum yang dipergoki tersebut diarahkan untuk menjual gabahnya ke Bulog.

Dia mengimbau, petani supaya tidak terkecoh dengan harga tinggi yang ditawarkan oleh tengkulak. Pasalnya, tengkulak tersebut juga memainkan bobot timbangan.

Meski selisih harga dari Bulog dan tengkulak bisa mencapai seribu rupiah perkilogram, namun kuantitasnya jelas lebih sedikit.

Jika dibeli oleh Bulog, berat gabah bisa mencapai 100 kilogram perkarung. Namun saat dibeli tengkulak, beratnya hanya 90 kilogram per karung.

Baca: Petani Maros Ditarget Produksi 11 Ribu Ton Gabah

"Mereka memang berani membeli gabah dengan harga tinggi dari harga normal Bulog Rp 4.400 per kilogram. Tapi mereka memainkan timbangan. Jadi petani yang rugi. Sama saja dengan bohong dan akal-akalan," katanya.

Selama ini, banyak tengkulak yang bermain di Maros. Mereka membeli gabah Maros lalu membawanya ke Sidrap untuk ditimbun, atau dikirim keluar daerah secara ilegal.

Memang saat ini bisa untung dengan harga tinggi. Tapi petani akan kembali merugi saat harga beras naik di pasaran.

"Kami hanya menjalankan perintah. Logikanya, kalau harga pangan tinggi, pasti akan berdampak pada stabilitas keamanan negara," katanya.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help