Bagaimana Gestur Politik Pilkada di Sulsel, Ini Kata Akademisi

IKA FISIP Unhas Makassar menggelar diskusi bulanan seri II bertajuk "Gestur Politik Pilkada" di Hotel D'Maleo

Bagaimana Gestur Politik Pilkada di Sulsel, Ini Kata Akademisi - ika-fisip1_20180313_133127.jpg
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
IKA FISIP Unhas Makassar menggelar diskusi bulanan seri II bertajuk "Gestur Politik Pilkada" di Hotel D'Maleo, Jl Pelita Raya, Makassar, Sulsel, Selasa (13/3/2018). Terlihat menjadi pembicara utama yakni Dosen FIB Unhas Drs Alwy Rahman, Dosen Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Dr Sabri AR, Dosen FISIP Unhas Dr Das'ad Latief dan moderator Dr Hasbullah.
Bagaimana Gestur Politik Pilkada di Sulsel, Ini Kata Akademisi - ika-fisip2_20180313_133234.jpg
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
IKA FISIP Unhas Makassar menggelar diskusi bulanan seri II bertajuk "Gestur Politik Pilkada" di Hotel D'Maleo, Jl Pelita Raya, Makassar, Sulsel, Selasa (13/3/2018). Terlihat menjadi pembicara utama yakni Dosen FIB Unhas Drs Alwy Rahman, Dosen Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Dr Sabri AR, Dosen FISIP Unhas Dr Das'ad Latief dan moderator Dr Hasbullah.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Ikatan Alumni Komisariat Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Hasanuddin (IKA FISIP Unhas) Makassar menggelar diskusi bulanan seri II bertajuk "Gestur Politik Pilkada" di Hotel D'Maleo, Jl Pelita Raya, Makassar, Sulsel, Selasa (13/3/2018).

Terlihat menjadi pembicara utama yakni Dosen FIB Unhas Drs Alwy Rahman, Dosen Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Dr Sabri AR, Dosen FISIP Unhas Dr Das'ad Latief dan moderator Dr Hasbullah.

Das'ad mendapatkan kesempatan pertama untuk memberikan tanggapan.

Das'ad pun mengajak kepada peserta diskusi untuk menyepakati apa itu gestur?

"Gestur itu adalah reaksi stimulus yang kita terima. Tak ada rekayasa, kalau itu ada rekayasa maka bukan gestur. Kalau ada yang dipoles-poles itu bukan gestur," katanya.

Das'ad pun mengatakan politisi akan terus belajar pencintraan

"Politisi akan belajar untuk bisa pencitraan, monyet pun dipoles-poles terus maka akan benar. Penekanan adalah reaksi spontan atas stimulus yang kita terima," katanya.

Selanjutnya, dia mengungkapkan contoh gestur kala peristiwa jabat tangan saat pencabutan nomor urut Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018.

"Ada yang dulu itu saat pencabutan nomor, ada peristiwa jabat tangan," katanya.

Halaman
123
Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved