Polda Sulsel: Putra Wabup Maros Pecandu Berat

Karena pengguna berat, putra Wabup Maros itu akan mengikuti rehabilitasi selama beberapa bulan bersama tiga

Polda Sulsel: Putra Wabup Maros Pecandu Berat
DOK PRIBADI
Arjab 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Polda Sulsel menyatakan putra Wakil Bupati Maros, Harmil Mattotorang, Arjab Ajib Mattotorang adalah pecandu berat.

Diresnarkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Eka Yudha Satriawan mengatakan, Arjab adalah pengguna narkotika tapi dalam hal ini kategori pengguna berat.

"Dia hanya pengguna tidak mengedar, hanya saja dia ini ialah pengguna berat," kata Eka usai gelar perkara kasus itu di kantor Polda Sulsel, Senin (12/3/2018).

Karena pengguna berat, putra Wabup Maros itu akan mengikuti rehabilitasi selama beberapa bulan bersama tiga rekannya di balai BNN Baddoka.

Penetapan pengiriman Arjab ke balai Rehabilitasi di BNN Baddoka Makassar, setelah Ditresnarkoba Polda gelar kasus penyalagunaan narkotika di Mapolda.

Selain Arjab yang ditangkap Subdit II Ditresnarkoba, ada lagi tiga rekannya, Haeril, Yusril dan Haerul. Mereka juga akan dikirim untuk proses rehabilitasi.

"Empat orang akan dikirim, tapi masih tunggu hasil assesmen apa rehab jalan atau rehab inap. Suratnya sudah saya tanda tangani," jelas Kombes Eka.

Sebelumnya, Arjab Ajib, Yusril, Haerul dan Haeril ditangkap di salah satu rumah kosong Jl Cemara, Turikale, Kabupaten Maros, Sulsel, Selasa (6/3/2018) sore.

Menurut Eka, rehabilitasi itu tidak akan melepaskan tanggungjawab hukumnya sebagai tersangka. Karena Arjab tetap diancam penjara maksimal 12 tahun.

Karena berdasarkan hasil gelar perkara ditemukan bukti kuat, keterlibatan Arjab sebagai pemilik dan pemakai narkotika jenis sabu dalam kemasan 0.09 gram.

Sehingga tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 127, UU No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika dengan ancaman paling singkat 4 tahun penjara.

Beda dengan Arjab yang akan kembali setelah rehabilitasi akan melanjutkan kasusnha di Polda. Tiga rekannya hanya akan jalani masa rehabilitasi saja.

"Karena mereka bertiga ini hanya saja sebagai pengguna, tapi kalau si Arjab ini pengguna berat, apalagi sebelumnya dia sudah rehab mandiri," tambah Eka.

Selain Arjab yang ditangkap bersama rekannya, pengedar narkoba, Rauf Topan dijerat Pasal 114 dan Pasal 112 dengan hukuman penjara 20 tahun.

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help