Plt Bupati Jeneponto Janji Bangunkan Rumah Warga yang Lahannya Dieksekusi

Untuk membangun rumah baru bagi warga yang rumahnya digusur, pihaknya mengaku masih berkoordinasi

Plt Bupati Jeneponto Janji Bangunkan Rumah Warga yang Lahannya Dieksekusi
muslimin/tribunjeneponto.com
Plt Bupati Jeneponto, Asmanto Baso Lewa, mengunjungi korban eksekusi 14 rumah di Kampung Batusaraung, Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto, Senin (12/03/2018) siang. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BONTORAMBA - Plt Bupati Jeneponto, Asmanto Baso Lewa, mengunjungi korban eksekusi 14 rumah di Kampung Batusaraung, Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontoramba, Jeneponto, Senin (12/03/2018) siang.

Kunjungan Asmanto Baso Lewa untuk mencari solusi atas kondisi yang dialami warga yang rumahnya telah rata dengan tanah akibat eksekusi lahan yang dilakukan pihak Pengadilan Negeri Jeneponto, Kamis (08/03/2018) pekan lalu.

"Kita akan sediakan bantuan berupa material bangunan yang dibutuhkan, misalnya semen, seng, balok kita akan sediakan, taksirannya itu untuk sementara ini kita siapkan Rp 15 juta per kepala keluarga, dananya kita siapkan dari APBD Jeneponto," kata Asmanto dikonfirmasi via telepon selularnya.

Untuk membangun rumah baru bagi warga yang rumahnya digusur, pihaknya mengaku masih berkoordinasi ke beberapa warga yang ingin menghibahkan tanahnya.

"Kita sementara menunggu kesiapan lahannya ini, karena sudah ada beberapa warga yang tepat di depan rumah yang digusur itu menghibahkan lahannya tepat di belakang mereka," ujar Kesbanpol Porvinsi Sulsel itu.

Untuk saat ini, pihaknya mengaku akan menyediakan tenda darurat untuk ditempati warga sementara waktu.

"Kita siapkan tenda, untuk kebutuhan pokoknya seperti makanan kita juga bakal siapkan sambil menunggu rumahmya dapat kembali normal," ujar Asmanto.

14 rumah yang digusur pihak Pengadilan Negeri Jeneponto setelah penggugat satu bernama Haja Fatma Ugi istri almarhum Abd Karim Sewang dan penggugat dua Saban Sese bin Abd Karim Sewang, memenangkan gugatan atas kepemilikan lahan 2,74 hektar yang didiami 14 rumah yang telah dieksekusi.

Sementara tergugat bernama, I Arungloe, Sukir, Baha, Saukang Dg Moli, Daeng Ngangki, Indira Makka, Abuhari Liwang, Nasir Dg Boya, Hafifah Ti'no, M Dg Nappu, Sari Bulaeng Intang, Tona Mancing, Nurdin, Masau dan Mansyur.

Proses eksekui ke 14 rumah itu diwarnai kericuhan oleh aparat keamanan dan warga.

Akibatnya dua warga tertembak dan sejumlah aparat keamanan terluka akibat terkena lemparan batu warga.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help