Home »

Opini

opini

OPINI: Pilkada dan Kepungan Masa Lalu

Makelar politik dibutuhkan karena memiliki kelebihan menjembatani komunikasi dua arah.

OPINI: Pilkada dan Kepungan Masa Lalu
handover
Anis Kurniawan 

Oleh: Anis Kurniawan
Peneliti bidang politik di Perkumpulan KATALIS

Tidak jarang ada kawan, kerabat dan warga bertanya pada saya; “Kira-kira siapa yang akan menjadi Pemenang di Pilgub Sulsel dan di Pilwali Makassar?”

Pertanyaan ini selalu terkesan lucu, karena seolah-olah menempatkan saya sebagai tukang ramal. Saya mencoba berkelik dengan bertanya balik; “Memangnya, siapa yang Saudara dukung?” 

Mayoritas di antara yang bertanya itu menjawab bahwa sedang melihat-lihat kemungkinannya alias belum punya pilihan pasti.

Sebagian kecil, secara blak-blakan menyebut nama jagoannya. Bahkan alasannya apa sehingga mendukung calon tertentu.

Menariknya, kebanyakan mereka bisa bercerita macam-macam tentang sisi personal dan segala tetek bengek beberapa calon.

Wah! Dari yang sekadar mengulang cerita-cerita yang berkembang di warung kopi, hingga yang menuturkan informasi-informasi baru.Gosip-gosip politik tentang para calon pun berpendar ke mana-mana.

Ada dua hal menarik dari fenomena ini; Pertama, betapa masyarakat (hingga yang awam sekalipun), sebetulnya memiliki preferensi dan pengetahuan tentang aktor politik yang berkontestasi.

Meski, preferensi dan pengetahuan itu mungkin amat terbatas.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help