Korupsi MAN IC Gowa Terendus di Kementeria Agama, Begini Kata Humas Kemenag RI

Meski sedang dilanda bangunan (proyek) mangkrak, Kemenag Sulsel tetap membuka penerimaan murid baru.

Korupsi MAN IC Gowa Terendus di Kementeria Agama, Begini Kata Humas Kemenag RI
HANDOVER
Pendaftaran Seleksi Nasional Peserta Didik Baru (SNPDB) Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) dan Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MAN PK) dibuka mulai 1 Februari 2018. 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan Madrasah Insan Cendekia (MAN IC) Gowa yang dibangun melalui anggaran Kanwil Kemenag Sulsel telah tercium di kalangan elite Kantor Menteri Agama RI di Jakarta.

Dalam kasus dugaan korupsi ini, sejumlah pejabat telah di periksa oleh pihak kepolisian dengan status saksi, salah satunya adalah Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Abdul Wahid Thahir.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama RI, Matsuki menyebutkan, Kementerian Agama menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian daerah Sulsel untuk mengungkap kebenaran dari kasus dugaan korupsi di Sulsel.

Menurut Matsuki, jika sudah ada titik terang, dan ditemukan bahwa ada pihak ASN Kemenag Sulsel yang terlibat dalam kasus ini, Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin tentunya tak tinggal diam.

Baca: Ini yang Dilakukan Polisi Usai Geledah Kantor Kontraktor MAN IC Gowa

"Status ASN yang diperiksa kan masih saksi, jadi masih dugaan. Jika saja sudah di tingkatkan tersangka pastinya kita evaluasi, siapapun orangnya. Di lembaga lain pun demikian, ASN yang teelibat korupsi pasti di evaluasi," ujar Matsuki, Senin (12/3) via telepon.

Ia membeberkan para pegawai Kemenag di wilayah masing-masing, termasuk di Sulsel harus menjunjung tinggi nilai-nilai lima budaya kerja Menteri Agama, salah satunya tidak korupsi.

Dengan begitu pelayanan dan citra Kemenag RI sebagai lembaga ikhlas beramal terus menggaung di masyarakat.

"Kami juga tidak serta merta melakukan evaluasi ASN, tapi kalau ada yang melakukan pelanggaran pasti di sanksi," ujar Matsuki.

Halaman
12
Penulis: Aldy
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved