Koalisi CSO Dorong Pemerintah Prioritaskan Masalah Perhutanan Sosial di RPJMD 2018

Menurut Syamsul, Sulsel ini merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi hutan yang cukup luas.

Koalisi CSO Dorong Pemerintah Prioritaskan Masalah Perhutanan Sosial di RPJMD 2018
hasan/tribun-timur.com
Koalisi CSO Percepatan Perhutanan Sosial Sulawesi Selatan mendorong pemerintah untuk menjadikan salah satu isu utama dalam dokumen RPJMD Pemprov Sulsel 2018-2023. 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Koalisi CSO Percepatan Perhutanan Sosial Sulawesi Selatan mendorong pemerintah untuk menjadikan perhutanan sosial sebagai isu utama dalam dokumen RPJMD Pemprov Sulsel 2018-2023.

Hal itu disampaikan Koordinator Koalisi CSO Sulsel, Syamsuddin Awinh saat berkunjung ke redaksi Tribun Timur, Senin (12/03/2018). Syamsul didampingi langsung penggiat Perhutanan Sosial, Musmahendra.

Menurut Syamsul, Sulsel ini merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi hutan yang cukup luas.

Berdasarkan luas kawasan hutan di 33 Provinsi, Sulsel berada pada urutan ke 13 dengan luas 2.118.992 Ha.

"Hal itu menggambarkan bahwa sebagian besar masyarakat menggantungkan hidupnya terhadap potensi sumber daya hutan," ujarnya.

Baca: Rammang-Rammang Diklaim sebagai Hutan Lindung, Kelompok Sadar Wisata Ungkap Ada Aktivitas Tambang

Syamsul mengaku, meskipun perhutanan sosial sangat diharapkan masyarakat untuk mendapatkan akses dalam pengelolaan hutan, namun target perhutanan sosial dalam RPJMJ 2015 - 2019 belum sepenuhnya ditindak lanjuti.

Untuk mencapai target pencampaian target perhutanan, kata Syamsul, dibutuhkan sejumlah kebijakan dan rekomendasi pemerintah.

Salah satunya adalah menyusun peraturan Gubernur tentang perhutanan sosial.

Menjadikan isu perhutanan sosial sebagai issu utama dalam dokumen RPJMD 2018-2023.

Menyusun sistim pengelolaan data based dan pemetaan komunal secara berkelanjutan.

"Terutama juga menandatangani Pokja," ujarnya. (San)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help