Harga TBS Sawit di Luwu Utara Anjlok, Petani Mengaku Dirugikan PT Jas Mulia

Akibat harga TBS rendah, Mahmuddin mengaku merugi lantaran tidak mampu menutupi biaya produksi.

Harga TBS Sawit di Luwu Utara Anjlok, Petani Mengaku Dirugikan PT Jas Mulia
Chalik mawardi/tribunlutra.com
Tanaman kelapa sawit di Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Harga jual tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dikeluhkan para petani.

Petani setempat, Mahmuddin mengatakan pembelian TBS di tingkatan petani hanya Rp 800 per kilogram.

Seharusnya, lanjut petani sawit asal Kecamatan Masamba ini, harga TBS di tingkat petani Rp 1.300.

"Harga ini berada pada titik terendah sejak keberadaan pabrik CPO (PT Jas Mulia) di Luwu Utara," kata Mahmuddin, Senin (12/3/2018).

Akibat harga TBS rendah, Mahmuddin mengaku merugi lantaran tidak mampu menutupi biaya produksi.

Baca: Truk Bermuatan 35 Ton Cangkang Sawit Terperosok di Desa Palipi Majene

Baca: Merasa Dirugikan PT Jas Mulia, Petani Kelapa Sawit Ngadu ke DPRD Luwu Utara

"Harga sawit di provinsi lain bahkan mencapai Rp 1.500 sampai Rp 1.600 per kilogram di tingkat petani," katanya.

Hal senada dikatakan Kadding, petani sawit di Kecamatan Malangke. "Kalau harga begini terus kami mau makan apa, masa mau rugi terus" tuturnya.

Tahun 2015, luas tanaman kelapa sawit di Luwu Utara mencapai 17.194 hektare dengan produksi 231.607 ton TBS per tahun

Tanaman itu terdiri dari 5.624 hektare tanaman belum menghasilkan, 9.584 hektare tanaman menghasilkan, dan 1.986 hektare tanaman tua.(*)

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help