NH Aziz

Garap Maros, NH Pilih Kampanye Dialogis Terbatas

Nurdin Halid pun menegaskan komitmennya dengan gagasan Gerakan Membangun di Kampung

Garap Maros, NH Pilih Kampanye Dialogis Terbatas
HANDOVER
Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Usai kunjungannya ke Jakarta, calon Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid kembali melanjutkan agenda kampanyenya. Tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, pasangan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar ini menggarap Kabupaten Maros, Senin (12/3/2018).

NH kemudian melakukan kampanye dialogis terbatas di Desa Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu. Meski peserta dibatasi, tak kurang dari 300 warga kecamatan antusias mengikuti kampanye oleh Ketua Koorbid Pratama DPP Partai Golkar.

Dalam pemaparannya, NH menuturkan alasannya lebih memilih menggelar kampanye dialogis terbatas. Menurutnya, momen tersebut dinilai dapat lebih intim dengan sasaran ratusan peserta, ketimbang dihadiri oleh ribuan massa dalam pemaparan program.

"Kampanye terbatas ini lebih efektif, jadi yang hadir memang orang yang belum tahu program NH-Aziz sebelumnya. Kampanye ini tujuannya untuk mengenalkan NH-Aziz dan program-programnya, bukan sekadar berkunjung kembali," tuturnya via rilis Tim Media NH-Aziz, Senin (12/3/2018).

Ia pun menegaskan komitmennya dengan gagasan Gerakan Membangun di Kampung untuk mengatasi paradoks tingginya pertumbuhan, yakni kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan. Karena itu, konsepsi pembangunan NH-Aziz berbasis infrastruktur, ekonomi kerakyatan, dan kearifan lokal.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia ini pun kembali memperkenalkan empat kartu "sakti" NH-Aziz. Keempat kartu itu ialah kartu Sulsel Baru, kartu Anak Pintar, kartu Anak Sehat, dan kartu Mahasiswa Cerdas.

Massa yang hadir pun menyambut positif kedatangan NH pada momen tersebut. Aspirasi dan kebutuhan masyarakat Kecamatan Marusu seolah telah terangkum lewat deretan program unggulan yang dipaparkan oleh NH.

Salah satu warga Desa Bontomatene, Ismayanti mengaku kagum dengan perhatian NH-Aziz terhadap dunia usaha mikro, kecil, dan menengah.

Program pinjaman modal usaha tanpa bunga dan agunan menjadi dorongan agar mampu meningkatkan taraf kesejahteraan dengan kreatif.

"Di kampung ada kebanyakan ibu-ibu yang tidak punya pekerjaan. Kita bisa membangun kelompok usaha perempuan dan alhamdulillah bisa dapat bantuan modal kalau NH terpilih," ujarnya.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help