CITIZEN REPORTER

KNPI Deklarasi Damai Pilkada Serentak 2018

Deklarasi Pilkada Damai dan Anti Money Politics yang digagas KNPI Sulsel dan Cipayung Plus di Gedung Mulo

KNPI Deklarasi Damai Pilkada Serentak 2018
HANDOVER
Deklarasi damai pemuda Sulawesi Selatan di Gedung MULO, Jl SAM Ratulangi, Makassar, Sulsel, Sabtu (10/3/2018). 

Ilmadin Husain
Pengurus KNPI Sulsel

Melaporkan dari Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM-Deklarasi Pilkada Damai dan Anti Money Politics yang digagas KNPI Sulsel dan Cipayung Plus di Gedung Mulo, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (10/3/2018) malam.

Hadir Ketua MPR RI yang diwakili Dedi Gumelar, Koordinator Kami Indonesia sekaligus Senator DPD RI Asri Anas, Ketua KNPI Sulsel Imran Eka Saputra, Ketua KNPI kabupaten/kota se-Sulsel, staf ahli Gubernur Sulsel Bidang Keuangan Hasan Sijaya SH MH, Ketua Bawaslu Sulsel La Ode Arumahi, Ketua KPU Sulsel Iqbal Latief, Ketua BEM kampus Se Kota Makassar , dan Ketua OKP Se Sulsel.

Ketua KNPI Sulsel Imran Eka Saputra mengajak membangun kualitas demokrasi dengan sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge.

"Mari sama-sama jaga situasi damai. Jangan cederai pilkada dengan money politics, sebab selain merusak tatanan mental juga merusak tatanan politik. Ayo kawal demokrasi ini," ujar Imran.

Ketua Bawaslu Sulsel, La Ode Arumahi menyebutkan, UU No 10 Tahun 2016 mengatur politik uang.

"Sanksinya bagi pemberi dan penerima uang. Sanksi bagi paslon adalah pembatalan sebagai pasangan calon saat memenuhi unsur Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM)," katanya.

Koordinator Kami Indonesia, Asri Anas mengajak membangun konsolidasi demokrasi dengan teknologi.

Gubernur Sulsel yang diwakili staf ahli gubernur Hasan Sijaya berharap kandidat gubernur/wakil gubernur, walikota/wakil walikota, dan legislatif dapat menjaga stabilitas keamanan.

"Saya himbau anggota tim pemenangan kedepankan jiwa persaudaraan sebagai orang Sulsel. Ubah budaya jual beli suara. Tolak praktik politik uang. Politisasi SARA muncul sebagai ancaman bingkai persatuan," paparnya.

Ia berpesan supaya kedaulatan di tangan rakyat. Selain itu, ia juga meminta kepada pemuda untuk berkompetisi secara adil tidak dengan cara paksa dan praktik rekayasa dan manipulasi.

“Mari tempuh jalur hukum jika ada permasalahan. Jangan lakukan tindakan provokasi masyarakat," katanya.(*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help