HMI Minta Instalasi Gedung Baru DPRD Maros Diusut, Ini Masalahnya

Anggota dewan menyalahkan PLN lantaran kelistrikan tidak maksimal di dalam gedung

HMI Minta Instalasi Gedung Baru DPRD Maros Diusut, Ini Masalahnya
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Kantor DPRD Maros di jalan Lanto Dg Passewang, Turikale. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

 TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Maros, diminta untuk segera memeriksa dan mengusut permasalahan instalasi kelistrikan yang ada kantor baru DPRD jalan Lanto Dg Passewang, Jumat (9/3/2018).

Ketua HMI Butta Salewangang, Misbahuddin mengatakan, sejak kantor senilai puluhan miliar tersebut difungsikan, Selasa (20/2/2018) lalu, anggota dewan dan PLN saling menyalahkan.

Anggota dewan menyalahkan PLN lantaran kelistrikan tidak maksimal di dalam gedung. Listrik tidak mampu menghandle lantai satu sampai tiga gedung tersebut.

Sementara, PLN mengaku kewenangan kelistrikannya hanya sampai di meteran. Setelah itu, kabel instalasi di dalam gedung milik pengguna atau dewan.

"Kami minta Kejari untuk mengusut permasalahan instalasi kelistrikan di kantor baru DPRD. Kok listrik di sana tidak maksimal. Jika pendingin ruangan lantai satu menyala, maka lantai dua pasti padam," katanya.

Menurutnya, jika kewenagan PLN hanya sampai di meteran, maka persmasalahan listrik di dalam gedung diakibatkan spesifikasi kabel listrik tidak sesuai dengan seharusnya.

Apalagi PLN selalu berdalih, listrik yang terpasang di kantor DPRD sudah paling paling maksimal. Bahkan saat masalah listrik muncul, PLN kembali menambah daya hingga maksimal.

"Kami curiga, masalah itu muncul karena spesifikasi kabel instalasi di dalam gedung tidak sesuai. Makanya, listrik tidak bisa mengalir bersamaan di lantai satu dan dua. Kalau bersamaan, maka voltase akan turun," katanya.

Sekertaris Dewan (Sekwan) Maros, To Wadeng mengatakan, panasnya ruang rapat Paripurna kantor DPRD disebabkan permalasahan listrik yang sudah lama terjadi.

Bahkan PLN sudah menambah daya, namun masih saja muncul permasalahan. Hal tersebut membuat hanya tiga pendingin ruangan atau AC yang berfungsi. Padahal ada enam unit AC yang terpasang.

"Listrik yang bermasalah, makanya AC tidak berfungsi maksimal. Sudah lama listrik di kantor DPRD begini. Daya sudah ditambah dan cukup, tapi permasalahan voltase lagi," katanya. (*)

Penulis: Ansar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved