DPD Pemuda LIRA Mamuju Deklarasi Lawan Hoax

Dialog publik tersebut dirangkaikan dengan deklarasi melawan Hoax, dengan membubuhkan tanda tangan di atas sebuah spanduk.

DPD Pemuda LIRA Mamuju Deklarasi Lawan Hoax
handover
Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar dialog publik di Warkop 89, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Jumat (9/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) menggelar dialog publik di Warkop 89, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Jumat (9/3/2018).

Dialog publik tersebut dirangkaikan dengan deklarasi melawan Hoax, dengan membubuhkan tanda tangan di atas sebuah spanduk.

Kegiatan mengangkat tema 'Gerakan Masyarakat Melawan Hoax', dihadiri sejumlah narasumber antara lain, Kepala Badan Kesbangpol Sulbar H Rahmat Sanusi, Ketua MUI Mamuju KH Namru Asdar, Kabid Sarana dan Diseminasi Dinas Kominfo Sulbar Sudarso Din.

Plt Kasubdit II Dir Krimsus Polda Sulbar AKP Agus, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Mamuju Hajrul Malik dan Ketua IJS Irham Azis.

Dialog ini juga dihadiri berbagai elemen organisasi kepemudaan (OKP), pelajar, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), LSM, tokoh masyarakat, tokoh Agama dan pimpinan media.

Baca: Seminar Pendidikan di Pinrang Ulas Bahaya Hoax Bagi Generasi Muda

Baca: Jelang Pilgub Sulsel, Polres Bulukumba Sosialisasi Lawan Berita Hoax

Ketua DPD Pemuda LIRA Mamuju, Ashari Rauf menyampaikan, arus informasi yang tak terbendung membuat sejumlah kelompok dengan lugas menyebar informasi hoax atau berita bohong di media sosial.

"Melalui dialog dan diskusi ini kita bangun kesadaran bersama melawan hoax itu. Apalagi, sesuai data yang kami ketahui, pengguna media sosial khususnya Facebook di Sulbar sekira 230 ribu. Berarti ada sekitar 30 persen dari jumlah penduduk yang ada," kata Ashari dalam rilisnya ke TribunSulbar.com.

Ashari berharap, kegiatan ini memberi output yang baik, utamanya bagi generasi muda. Diharapkan, semua pihak berperan di tengah-tengah masyaraktat agar melawan berita-berita hoax melalui medsos.

Dalam kesempatan itu, enam narasumber juga mengulas tentang bahaya hoax itu sendiri dari berbagai perspektif, mulai dari agama, budaya, hingga media.

"Agama sangat melarang hoax atau berita bohong itu sendiri. Ada berbagai dalil yang melarangnya. Sehingga, diimbau kepada masyarakat agar jangan terprovokasi oleh berita bohong ini, apalagi menjadi bagian dari penyebar hoax," kata Ketua MUI Kabupaten Mamuju, Namru Asdar.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help