12 Tahun Derita Lumpuh Layu, Tak Diperhatikan Pemerintah, Begini Kondisi Nenek Sitti Aman di Polman

Selama kurang lebih 12 tahun, ia hanya menghabiskan hari-harinya di tempat tidur di sebuah gubuk yang reok.

12 Tahun Derita Lumpuh Layu, Tak Diperhatikan Pemerintah, Begini Kondisi Nenek Sitti Aman di Polman
nurhadi/tribunsulbar.com
Kondisi nenek Sitti Aman yang hanya bisa pasrah di pembaringanya kurang lebih 12 tahun akibat penyakit lumpuh layu yang dideritanya. 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, POLMAN - Potret kehidupan yang mengiris hati di Kabupaten Polman, Sulbar, kembali terlihat di tengah sibuknya para kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Polman yang mengkapanyekan program yang konon untuk kesejahteraan rakyat.

Seperti yang dialami Sitti Aman (73) seorang nenek di Desa Bonra, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polman, harus pasrah dengan kondisinya yang tak bedaya akibat penyakit yang dideritanya selama bertahun-tahun.

Di usia yang senja nenek, Siti Aman, hanya bisa meratapi nasib, sampai kapan ia akan bertahan seperti kondisinya lumpuh itu.

Selama kurang lebih 12 tahun, ia hanya menghabiskan hari-harinya di tempat tidur di sebuah gubuk yang reok.

Seorang keluarganya atau keponakan Kadar yang selama ini tulus dan iklas merawat, mengaku beberapa tahun yang lalu pernah di rujuk kerumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Namun karena kondisinya semakin parah, akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk merawatnya di gubuk yang berukuran, dua meter persegi tanpa kamar tanpa perabot.

Untuk menyambung hidup sehari-hari, kata Kadar, ia hanya mengandalkan bantuan beras miskin dan uluran tangan dari orang-orang yang peduli terhadap kondisi nenek Sitti Aman.

"Hanya bantuan dari donasi dan orang-orang yang peduli terhadap kondisi orang tua kami, setiap hari kita harus beli popok karena beliau tidak bisa berjalan. Apa lagi bangun untuk membuang hajat"tuturnya.

Kadar juga mengungkapkan, selama ini tidak mendapatkan perhatian khusus berupa bantuan pemerintah, kecuali beras raskin yang diperoleh hanya sekitar 5 liter per bulan.

"Sampai saat ini belum ada bantuan apapun dari pemerintah. Termasuk bedah rumah dan bantuan program keluarga harapan untuk meringankan beban orang tua kami," ungkapnya.(*)

Penulis: Nurhadi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help