Wahdah Islamiyah Kecam Larangan Memakai Cadar di Kampus

Menegaskan aturan ataupun larangan memakai cadar di dalam lingkungan kampus itu tidak dibenarkan.

Wahdah Islamiyah Kecam Larangan Memakai Cadar di Kampus
CITIZEN REPORTER/MURTHADA BAWI
Ketua Umum Wahdah Islamiyah, KH Muhammad Zaitun Rasmin (kanan) saat menjadi pemateri dalam Workshop Pengembangan Pendidikan Bela Negara yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag RI) di Hotel Sahira Butik, Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/3/2017). 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Isu terkait larangan atau adanya batasan memakai cadar di perguruan tinggi Islam di Indonesia mendapat kecaman dari Ketua Umum Wahdah Islamiyah Dr Muhammad Zaitun Rasmin.

Ia menegaskan aturan ataupun larangan memakai cadar di dalam lingkungan kampus itu tidak dibenarkan.

"Secara tegas kami menolak adanya larangan seperti itu," ujar Ust Zaitun, Kamis (8/3/2018).

Baca: Terkait Larangan Mahasiswi Bercadar, Ini Tanggapan Rektor UIN Alauddin

Dua alasan Ust Zaitun menolak larangan bercadar, diantaranya melanggar konstitusi, dan melanggar kebebasan dalam beragama.

Memakai cadar kata Zaitun juga memiliki nilai Islamiyah, pasalnya seorang perempuan yang hakikatnya menutup aurat itu bisa ia implementasikan dalam kehidupan sehari - hari.

Baca: Kampus Islami Ini Larang Mahasiswi Pakai Cadar, Ini Kata Menristek dan Menko Puan Maharani

"Di Indonesia, cadar itu sudah sesuatu yang lumrah. Kita ini menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya yang dimiliki," katanya.

Ia mengimbau jika memang kabar larangan ini nantinya diterapkan dan dipatenkan oleh penentu kebijakan di perguruan tinggi, Wahdah Islamiyah kata Zaitun ia akui sangat disesalkan.

Terkait dengan larangan memakai cadar ini, mengingatkan ust Zaitun saat peristiwa penolakan memakai jilbab di sekolah.

Kala itu berlangsung di SMA 1 Makassar tahun 1983. Dalam peristiwa itu, sekolah memutuskan untuk mengeluarkan siswinyanya yang memakai jilbab ke sekolah.

Tapi itu rupanya bukanlah sebuah solusi, pasalnya, setelah mengeluarkan siswi yang berjilbab itu, mendadak beberapa pelajar perempuan juga ikut memakai jilbab ke sekolah.

"Nah dari sini kita lihat, jita sadar yang utama dalam kehidupan kita ini adalah agama. Dari agama, akhlak dan lainnya akan menjadi lebih baik. Mengeluarkan satu orang berjilbab, akan tergantikan dengan 10 orang yang baru memakai jilbab," ujar Zaitun.

Penulis: Saldy
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved