Usai Sebut Nurdin Abdullah Bukan Lagi Profesor, Ini Penjelasan Prof Wasir Thalib

"Kalau profesor yang meninggal, di batu nisannya hanya bisa di sebut Dr. Karena profesor itu gelar jabatan," ujar Wasir.

Usai Sebut Nurdin Abdullah Bukan Lagi Profesor, Ini Penjelasan Prof Wasir Thalib
TRIBUN TIMUR/MUNAWWARAH AHMAD
Ketua PGRI Sulsel Prof Wasir Thalib 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulsel Prof Wasir Thalib mengaku mendapat banyak telepon dari banyak orang setelah memberikan keterangan kepada wartawan mengenai gelar Profesor Nurdin Abdullah.

"Banyak yang menelpon saya. Katanya saya ikut memihak satu kandidat pilgub. Saya sampaikan saat wartawan mewewancarai saya, itu dalam rangka bukan kegiatan politik," ujar Prof Wasir ke tribun-timur.com, Kamis (8/3)

Menurut Prof Wasir, dirinya tidak bermaksud untuk mengusik gelar profesor yang pernah dijabat oleh Nurdin Abdullah.

Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah.
Bupati Bantaeng, HM Nurdin Abdullah. (Edi Hermawan/TribunBantaeng.com)

Hanya saja yang ditegaskan Wasir dalam wawancara itu bahwa gelar profesor itu adalah gelar jabatan, bukan gelar pendidikan seperti sarjana, magister, dan doktor.

"Kalau profesor yang meninggal, di batu nisannya hanya bisa disebut doktor. Karena profesor itu gelar jabatan," ujar Wasir.

Baca: Nurdin Abdullah Masih Pakai Gelar Profesor, Ketua PGRI Sulsel: Jualan politik, Gelar Palsu

Terkait dengan itu, dirinya yang memimpin organisasi guru menyatakan bahwa PGRI adalah organisasi profesi, organisasi ketenagakerjaan, organisasi perjuangan.

Karena itu PGRI bukan organisasi politik, tidak akan pernah berpolitik, tidak mencampuri urusan politik dan tidak akan membentuk partai politik.

Prof Wasir menegaskan kembali bahwa PGRI tidak akan memihak kepada satu kandidat kepala daerah.

Halaman
12
Penulis: Saldy
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help