Tangan Bayi Putus Sebelum Dilahirkan, Penyidik Minta Keterangan Dokter RSUD I Lagaligo

eorang bayi perempuan asal Dusun Waeroya, Desa Solo, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), meninggal dalam keadaan tragis

Tangan Bayi Putus Sebelum Dilahirkan, Penyidik Minta Keterangan Dokter RSUD I Lagaligo
IVAN ISMAR
Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, Iptu Akbar Andi Malloroang 

Laporan Wartawan TribunLutim.com, Ivan Ismar

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Seorang bayi perempuan asal Dusun Waeroya, Desa Solo, Kecamatan Angkona, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel), meninggal dalam keadaan tragis, Selasa (6/3/2018).

Tangan bagian kirinya putus sejak dalam kandungan ibunya, SK.

Penyidik Polres Luwu Timur pun menetapkan ayah bayi berinsial MH sebagai tersangka, Kamis (8/3/2018).

Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, Iptu Akbar Andi Malloroang mengatakan kasus tewasnya bayi tersebut naik status dari penyelidikan ke penyidikan.

Baca: Innalillah, Bayi di Solo Luwu Timur Meninggal, Tangannya Lepas Sebelum Lahir, Polisi Tahan Si Ayah

"Ayah bayi sudah tersangka," kata Akbar kepada TribunLutim.com, Kamis (8/3/2018).

Penyidik Polres Luwu Timur masih mendalami kasus ini. Dugaan penyidik, MH terlibat hingga tangan bayinya putus sebelum dilahirkan.

Penyidik juga sudah meminta keterangan dokter RSUD I Lagaligo.

Putusnya tangan bayi tersebut sebelum lahir diketahui setelah MH membawa istrinya ke Puskesmas Angkona untuk proses melahirkan, Selasa (6/3/2018).

SK dibawa ke Puskesmas menggunakan ambulance. Setibanya di Puskesmas, SK ditangani oleh bidan Misqiani dan Hariyati.

Namun, bidan kaget melihat tangan calon bayi masih dalam kandungan sudah terlepas dari badan bayi, saat proses melahirkan.

Karena itu, Petugas Puskesmas merujuk SK ke RSUD I Lagaligo, Jl Sangkurwira, Desa Bawalipu, Kecamatan Wotu, untuk operasi cesar. Bayi SK lahir di RSUD I Lagaligo dalam kondisi sudah meninggal.

Di dalam kamar SK, polisi sudah mengamankan sarung yang dipenuhi bercak darah yang disimpan di baskom dan pisau dapur.

Saat ini, MH ditahan polisi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.(*)

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help