Syamsari Kitta Panen Padi di Pulau Tanakeke Takalar

Jenis benih padi yang ditanam dari varietas Ciherang dengan masa tanam 115 hari yang menghasilkan sekitar 4,6 ton padi per hektare.

Syamsari Kitta Panen Padi di Pulau Tanakeke Takalar
muh ihsan harahap/tribuntakalar.com
Bupati Takalar, Syamsari Kitta menyalami para petani dalam acara Panen Raya di Desa Balangbatu, Kepulauan Tanakeke, Mappakasunggu, Takalar, Kamis (8/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunTakalar.com, Muhammad Ihsan Harahap

TRIBUNTAKALAR.COM, MAPPAKASUNGGU - Bupati Takalar, Syamsari Kitta membuka acara Panen Raya Padi di Desa Balangdatu, Kepulauan Tanakeke, Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis (8/3/2018).

Dalam kunjungan itu, Syamsari bersama rombongan Dinas Pertanian Takalar juga menghadiri acara Tanam Perdana Jagung Hibrida Musim Tanam II.

Dalam arahannya, Syamsari mengatakan pemerintah mendorong Kepulauan Tanakeke untuk bisa memenuhi kebutuhannya sendiri.

"Ini bukti kesungguhan pemerintah dan masyarakat Takalar untuk mendukung swasembada pangan," jelas Syamsari seperti rilis yang diterima TribunTakalar.com.

Syamsari juga menjanjikan mesin pemotong rumput dan tempat penampungan air untuk Desa Balangdatu.

Sementara itu, Kepala UPTD Kepulauan Tanakeke, Supriadi Temba mengatakan lahan penanaman padi di Kepulauan Tanakeke meningkat dari 320 hektare menjadi 340 hektare.

Baca: Pemkab Takalar Expo dan Panen Raya Jagung di Desa Surulangi, Begini Pesan Sekda

Baca: Hadiri Panen Raya di Rumbia, Ini Hal Unik Ditemukan Bupati Jeneponto

Adapun jenis benih padi yang ditanam dari varietas Ciherang dengan masa tanam 115 hari yang menghasilkan sekitar 4,6 ton padi per hektare.

Khusus di Desa Balangdatu terdapat 140 hektare sawah yang ditanami padi dengan hasil 4,2 ton. Sedangkan untuk tanam jagung, digunakan benih jagung Bisi 18 dengan luas tanam 100 hektar untuk tanam perdana dengan masa tanam tiga bulan.

"Kendala yang kami hadapi antara lain serangan hama, penerapan teknologi yang belum maksimal dan kurangnya tenaga pendamping. Kami berharap kepedulian dari dinas terkait. Selama ini di lima desa yang ada di Kepulauan Tanakeke hanya dibina oleh dua orang pendamping," jelasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Tim Monitoring Direktorat Jenderal Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Indonesia, Kepala Dinas Pertanian Takalar M Najib Kasim, Kepala Dinas Perhubungan Takalar Agus Sudirman, perwakilan Anggota Forkopimda Takalar, Camat Mappakasunggu Makkusila, dan Kades Balangdatu Silamuddin.(*)

Penulis: Muhammad Ihsan Harahap
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help