BPH Migas Ungkap Kelangkaan Premium di Luar Pulau Jawa, Bagaimana Sulsel?

BPH Migas mengungkap temuan yang menyebabkan masyarakat di luar Jawa kesulitan mendapatkan bahan bakar jenis Premium

BPH Migas Ungkap Kelangkaan Premium di Luar Pulau Jawa, Bagaimana Sulsel?
FADLY
Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Jl Hertasning Makassar, Senin (29/1/2018) habis. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Badan Pengatur Hilir Minyak dan Bumi (BPH Migas) mengungkap temuan yang menyebabkan masyarakat di luar Jawa kesulitan mendapatkan bahan bakar jenis Premium di sejumlah daerah.

Dilansir Kompas.com, setidaknya, temuan BPH Migas di lapangan mengungkap kesulitan mendapatkan Premium baru terjadi di Riau dan Pekanbaru. Sedangkan penyelidikan di wilayah lain masih belum selesai.

Adapun penyelidikan yang sudah dilakukan di lapangan menyimpulkan bahwa kesulitan itu bukan disebabkan kelangkaan, melainkan karena ada sejumlah daerah mengurangi stok serta ada juga yang memilih menjual Pertalite ketimbang Premium.

Baca: Premium di SPBU Hertasning Makassar Kosong

"Indikasi di lapangan ada dua situasi yang terjadi, pertama ada beberapa wilayah yang karena kekhawatiran tidak cukup sampai akhir tahun mereka berusaha mengurangi. Kedua, dari SPBU sendiri karena margin premium lebih kecil dari Pertalite atau Pertamax," jelas Anggota Komite BPH Migas, Hendri Ahcmad dikutip dari Kompas.com.

Lalu bagaimana dengan Sulsel?

Unit Manager Communication & CSR MOR VII M. Roby Hervindo yang dihubungi Kamis,  (6/3/2018) menuturkan, ketersediaan mencukupi.

Baca: Pertamax Cs Naik, Pertamina: BBM Non-Subsidi Kita Masih Lebih Murah

"Rerata ketahanan stok Pertamina MOR VII sebanyak 9 - 12 hari ke depan," kata Roby.

Untuk rerata konsumsi bulanan di Sulawesi Jannuari-Februari 2018 untuk Pertalite hampir 74.000 Kiloliter (KL). Pertamax lebih dari 6.000 KL. Untuk premium sekitar 112.000 KL.

"Rerata konsumsi bulanan di Sulawesi Selatan Januari-Februari 2018 untuk Pertalite hampir 30.000 KL. Pertamax hampir 4.000 KL. Untuk premium sekuitar 55.000 KL," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved