Bantuan PKH di Selayar Sudah Tersalur Rp 3 Miliar Lebih

Tujuan PKH untuk meningkatkan taraf hidup KPM melalui akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Bantuan PKH di Selayar Sudah Tersalur Rp 3 Miliar Lebih
nurwahidah/tribunselayar.com
Dinas Sosial menggelar rapat koordinasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Rumah pendamping PKH, Jl Poros Bandar Udara Haji Aroepala, Kecamatan Bontoharu, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (8/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunSelayar.com, Nurwahidah

TRIBUNSELAYAR.COM, BONTOHARU - Dinas Sosial menggelar rapat koordinasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Rumah pendamping PKH, Jl Poros Bandar Udara Haji Aroepala, Kecamatan Bontoharu, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (8/3/2018).

Pada kesempatan itu, Koordinator PKH Kabupaten Kepulauan Selayar, Usman Nur mengatakan tujuan PKH untuk meningkatkan taraf hidup Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui akses layanan pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

"Selain itu agar mengurangi beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan keluarga miskin atau rentan, menciptakan perubahan perilaku kemandirian KPM dalam mengakses layanan pendidikan, kesehatan, kesos dan mengurangi kemiskinan dan kesenjangan," tuturnya.

Baca: Basli Ali Tinjau Penyaluran Bansos PKH Empat Kecamatan di Selayar

Baca: 874 Warga Taka Bonerate Selayar Terima Bantuan PKH

Adapun kriteria PKH yaitu keluarga atau seseorang yang miskin dan rentan, terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin kemensos, dan memiliki komponen pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial.

Untuk tahap satu tahun 2018 jumlah penerima PKH sebanyak 6.012 KPM dengan total bantuan yang sudah disalurkan di Selayar senilai Rp 3,006 miliar.

"Penyaluran tahap dua tahun 2018 sesuai dengan deadline dan ketentuan dari kementerian sosial dijadwalkan Mei," ujarnya.

"Ia menambahkan, dalam rangka memaksimalkan kerja, petugas atau pendamping senantiasa turun langsung ke lapangan memastikan pemanfaatan program terlaksana dengan baik. "Sebab untuk menjadi pekerja sosial tidak cukup hanya dengan kekuatan iman, tapi juga butuh kekuatan amunisi," katanya.(*)

Penulis: Nurwahidah
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved