Tiga Kampus Ini Berdiri di Gowa Bayar Pajak di Makassar, Adnan: Kami Rugi Rp 360 Miliar

Hal ini menurutnya merugikan Pemerintah Kabupaten Gowa sebab berada di wilayah Gowa, namun keuntungan bagi hasil atau PPH

Tiga Kampus Ini Berdiri di Gowa Bayar Pajak di Makassar, Adnan: Kami Rugi Rp 360 Miliar
TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan meresmikan gerai retail Giant Ekstra di Jalan Tun Abdul Razak, Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Senin (22/1/2018). Dengan luas tanah 19.500 meter persegi dan luas bangunan 17.200 meter persegi, dapat menampung sekitar 1.000 parkir kendaraan motor dan mobil yang menjadikan Giant Ekstra Gowa ini sebagai gerai Giant terbesar di Indonesia bagian Tengah dan Timur. tribun timur/muhammad abdiwan 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM,SUNGGUMINASA - Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan menyebutkan jika masih banyak perusahaan yang berdiri di wilayah Gowa namun membayar pajaknya di Makassar.

Hal ini menurutnya merugikan Pemerintah Kabupaten Gowa sebab berada di wilayah Gowa, namun keuntungan bagi hasil atau PPH 21 dari pajak bumi dan bangunan (PBB) justru dirasakan oleh Kota Makassar.

"Saya juga baru tahu setelah pihak KPP Pratama Bantaeng mengatakan jika masih banyak perusahaan yang ber NPWP Makassar tapi bangunannya di Gowa. Padahal jika dihitung-hitung potensi pendapatan daerah dari bagi hasil pajak NPWP itu kami bisa dapat sampai Rp 360 miliar loh," ujarnya, Rabu (7/3/18).

Dia pun menyebutkan, dari seluruh perusahaan berdiri di Gowa tapi bayar pajak di Makassar, tiga diantaranya perguruan tinggi.

"Kampus Teknik Unhas itu masih NPWP Makassar, UIN Alauddin Makassar dan Universitas Patria Artha juga masih NPWP Makassar. Makanya saya sudah keluarkan surat edaran wajib memiliki NPWP Gowa atau paling tidak cabang. Kalau mereka pikir harus punya kantor di Gowa dulu ya buat cabangnya saja," jelasnya lagi.

Mantan anggota DPRD Sulsel ini pun mengaku akan membuatkan Perda terkait kewajiban perusahaan ber NPWP Gowa.

"Sekarang itu sudah jalan, saya sudah arahakan perizinan prinsip untuk cek perusahaan yang masuk NPWP-nya apa. Kalau bukan Gowa saya tidak akan tanda tangani. Saya arahkan untuk buat NPWP Gowa dulu.

Pihaknya juga sudah memanggil pihak KPP Pratama Bantaeng yang membawahi Gowa agar mempermudah prosedur dan mekanisme penerbitan NPWP cabang bagi badan-badan usaha tersebut.

"Saya minta ke KPP Pratama agar prosedur dan menikasme nya tidak terlalu ribet jadi ada kemudahan bagi pembuat NPWP di Gowa, atau tidak membantu membuat NPWP cabang," tambahnya.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved