Kejati Sulselbar Sita Lahan Milik Tersangka Korupsi Buloa

Menurut Jefri, penyitaan ini tidak sampai disini, mereka masih akan melakukan hal yang sama, sebab diduga ada 14 hektar lahan

Kejati Sulselbar Sita Lahan Milik Tersangka Korupsi Buloa
hasan/tribun-timur.com
Kejaksaan Tinggi Sulawesi selatan dan Barat menyita kepemilikam hak garap yang dikuasai oleh dua terpidana korupsi sewa lahan negara, Rusdin dan Jayanti Ramli, Rabu (07/03/2018). 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kejaksaan Tinggi Sulawesi selatan dan Barat menyita kepemilikam hak garap yang dikuasai oleh dua terpidana korupsi sewa lahan negara, Rusdin dan Jayanti Ramli, Rabu (07/03/2018).

Aset lahan yang disita seluas 19.999 m2 terletak pada akses jalan masuk proyek Makassar New Port (MNP), di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar.

Rusdin dan Jayanti merupakan anak buah pengusaha besar Makassar, Jen Tang.

Penyitaan terkait dengan perkara tindak pidana korupsi dengan tersangka SA (Soedirjo Aliman alias Jen Tang), berdasarkan surat perintah penyidikan nomor : print -622/R.4/FD.1/11/2017 tanggal 1 November 2017.

"Untuk saat ini kami dari penyidik sementara melakukan penyitaan masing masing seluas 19.999 m2 untuk dua terpidana Rusdin dan Jayanti," kata Tim Penyidik Kejati Sulsel, Jefri P Makepedua.

Menurut Jefri, penyitaan ini tidak sampai disini, mereka masih akan melakukan hal yang sama, sebab diduga ada 14 hektar lahan negara yang terletak di jalan masuk lokasi proyek pembangunan Makassar New Port (MNP) dikuasai yang digarap oleh warga.

Warga yang menguasai lahan itu diduga orang dekat tersangka Jen Tang yang kini dalam status buronan.

"Mudah mudahan dalam waktu dekat kita bisa melakukan tindakan yang sama," sebutnya.

Proses penyitaan dengan cara memasangi papan pengumuman yang bertuliskan bahwa lahan seluas 19.999 m2 di bawah pengawasan Kejaksaan Tinggi Sulselbar.

Penyitaan berlangsung mendapat pengawalan ketat dari bidang Intelejen Kejari Makassar, Satuan Sabara Polrestabes Makassar dan didampingi Camat Talllo yang diwakili oleh Lurah Buloa.

Jen Tang ditetapkan sebagai tersangka merupakan pengembangan hasil penyidikan yang terungkap dalam fakta persidangan.

Ia disebut turut terlibat bersama dengan dua tersangka lain, Rusdin dan Jayanti tanpa hak menguasai tanah negara yang seolah olah sebagai miliknya.

Sehingga PT Pembangunan Perumahan (Persero) selaku pelaksana Proyek Makassar New Port (MNP) terpaksa mengeluarkan biaya Rp 500 juta untuk biaya sewa tanah.

Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help