Gugatan Pilkada Bergulir di PT TUN, Buhari “Sebar Permintaan Uang" ke Beberapa Sahabat

“BBM ini lagi dibajak, sudah kurang lebih setahun saya tidak pernah lagi pakai BBM,” ujar Buhari Kahar Mudzakkar di Makaasar, Selasa (6/3/2018) malam.

Gugatan Pilkada Bergulir di PT TUN, Buhari “Sebar Permintaan Uang
chalik mawardi/tribunluwu.com
Buhari Kahar Mudzakkar (kiri) di Posko Sahabat BKM, Jl Topoka, Belopa, Luwu, Sulawesi Selatan, Minggu (25/2/2018). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Inilah yang dirasakan Buhari Kahar Mudzakkar (BKM), Selasa (6/3/2018) malam.

Setelah berkas pendaftarannya sebagai calon bupati ditolak oleh KPU Luwu, salah satu nomor telepon selular BKM dibajak. Si pembajak lalu menyebar pesan minta dana ke beberapa sahabat BKM.

Nomor yang dibajak itu masih menggunakan BlackBerry Messenger (BBM). BKM mengaku sudah lama tidak menggunakan BBM, tapi memang masih memiliki prangkat yang tenar sejak 2005.

“BBM ini lagi dibajak, sudah kurang lebih setahun saya tidak pernah lagi pakai BBM,” ujar Buhari di Makaasar, beberapa saat lalu.

Buhari mengaku awalnya tidak tahu jika BBMnya itu digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Dia baru sadar setelah beberapa sahabatnya menelepon.

“Beberapa orang menelepon saya, mempertanyakan kenapa saya kirim pesan minta-minta uang seperti pengemis,” ujar Buhari.

Setelah menerima telepon beberapa sahabat, Buhari memeriksa BBM-nya, ternyata sudah tidak bisa lagi dia pakai. “File hilang,” katanya.

Buhari di Makassar untuk mengawal laporannya di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN).

“Beberapa hari ini saya di Makassar. Kita kan lagi berproses di PT TUN,” katanya.

Laporan BKM-Wahyu Napeng sudah memasuki tajapan pembacaan gugatan di PT TUN, Senin (5/3/2018), “Intinya, kami menggugat penyelenggara (KPU Luwu) di PT TUN, untuk meloloskan pasangan BKM-WN pada pilkada nantinya," tegas Buhari.

Pasangan yang mengusung tagline Sahabat Rakyat itu mendaftar di KPU Luwu dengan membawa berkas dukungan Partai Hanura dan Partai PAN, 7 kursi.(*)

Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help