Komisi D DPRD Bulukumba Soroti Gedung IGD RSUD Sulthan Dg Radja

Beberapa bagian yang berada di lantai tiga bangunan juga sudah ada yang retak.

Komisi D DPRD Bulukumba Soroti Gedung IGD RSUD Sulthan Dg Radja
firki arisandi/tribunbulukumba.com
Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba soroti gedung Instalasi Gawat darurat (IGD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Dg Radja Bulukumba. 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba menyoroti gedung Instalasi Gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Dg Radja Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi D, Muh Bakti, saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di IGD RSUD Sulthan Dg Radja, Rabu (6/3/2018).

Sidak tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Bulukumba, A Hamzah Pangki, didampingi beberapa anggota DPRD lainya, yakni Muh Bakti, H Safiuddin, dan HJ Nuraedah.

Salah satu yang disoroti Bakti adalah masih adanya beberapa bagian bangunan yang belum rampung. "Masih ada beberapa bagian bangunan yang perlu diperbaiki, seperti pintu dan tiang penyangga," katanya.

Beberapa bagian yang berada di lantai tiga bangunan yang menelan anggaran kurang lebih Rp 20 miliar itu, juga sudah ada yang retak.

Baca: Sudah Diresmikan, Gedung IGD RSUD Bulukumba Belum Digunakan, Ini Sebabnya

Baca: Hadiri HUT ke-54 Bulukumba, SYL Bakal Resmikan Gedung IGD Terbesar di Sulsel

Bakti menilai, proses pembangunan IGD tersebut terkesan hanya dipercepat untuk mengejar peresmian pada puncak perayaan HUT ke-58 Bulukumba, 5 Februari lalu.

Disamping itu, kata Bakti, percepatan pengerjaan bangunan gedung tidak memperhatikan kualitas. "Sebenarnya pengerjaan belum selesai, tapi diselesaikan," kata Bakti.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), pembangunan IGD, Nurmasyah mengatakan, jika saat ini kontraktor masih memiliki waktu enam bulan untuk melakukan pemeliharaan pasca berakhirnya masa kontrak.

"Pemeliharaannya masih berlaku hingga Juli mendatang. Jadi beberapa bagian yang belum maksimal masih bisa diperbaiki," katanya.

Bangunan IGD belum dimanfaatkan, lanjut Nurmansyah, karena masih menunggu alat kesehatan (Alkes) yang dipesan dari luar negeri, seperti inkubator, dan alat medis lainnya. 

"Tapi dilantai tiga itu sudah digunakan untuk bagian administrasi," ujar Nurmansyah.(*)

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help