Beras Produksi Petani Pinrang Tembus Pasar Nasional

Untuk penanganan hama, para petani menggunakan pestisida alami hasil olahan dari dedaunan dan fermentasi buah.

Beras Produksi Petani Pinrang Tembus Pasar Nasional
hery syahrullah/TribunPinrang.com
Produk beras organik Pinrang. 

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, Hery Syahrullah

TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Produksi beras organik Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan berhasil menembus pasar nasional.

Bahkan, produk itu mulai dipasarkan melalui gerai swalayan dan supermarket. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, Dahariah dalam rilis yang diterima TribunPinrang.com, Selasa (6/3/2018).

"Alhamdulillah produk beras organik kami tembus pasar nasional," katanya. Ia menyebutkan, proses produksi beras organik oleh kelompok tani itu menggunakan pupuk kompos dan biohayati.

Sedangkan untuk penanganan hama, para petani menggunakan pestisida alami hasil olahan dari dedaunan dan fermentasi buah.

Baca: Mahasiswa KKP Unismuh Ajar Warga Desa Ballasuka Gowa Pertanian Organik

Baca: Bareng Kodim 1414, Pemkab Toraja Utara Panen Padi Organik di Desa Ini

"Jadi beras kami ini sama sekali tidak menggunakan pestisida kimia, mulai dari awal penanaman hingga proses pengolahan menjadi beras yang siap dikonsumsi," tuturnya.

Dahariah menjelaskan, sebanyak empat produk hasil pertanian dari Kabupaten Pinrang yang menembus pasar nasional. Di antaranya beras organik varietas Lasinrang Pinrang kemasan 2 kg dan 5 kg, beras organik merah varietas pare jagong kemasan 2 kg.

Kemudian beras organik varietas tau pulu padang kemasan 1 kg, serta beras organik varietas pulu bolong kemasan 1 kg. "Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, hasil produksi pertanian organik dari Kabupaten pinrang akhirnya dilirik oleh pihak investor," ungkapnya.

Pihak Alfamart, Indomaret, dan LOTTEmart juga menunjukkan antusiasnya untuk ikut memasarkan produk pertanian organik dari Kabupaten Pinrang itu.(*)

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help