Bakar Ban, PMII Tantang Anggota DPRD Palopo Tolak UU MD3

Selain itu, para mahasiswa tersebut juga menantang anggota DPRD Palopo menyatakan sikap untuk menolak revisi UU MD3.

Bakar Ban, PMII Tantang Anggota DPRD Palopo Tolak UU MD3
hamdan/tribunpalopo.com
Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Palopo berunju rasa di Kantor DPRD, Jl Anggrek, Kecamatan Wara, Selasa (6/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunPalopo.com, Hamdan Soeharto

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Palopo berunju rasa di Kantor DPRD, Jl Anggrek, Kecamatan Wara, Selasa (6/3/2018).

Aksi dilakukan dengan cara membakar ban dan melakukan orasi secara bergiliran.

Mereka demo untuk menolak revisi Undang-undang (UU) MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3).

Dalam orasinya Ketua Cabang PMII Palopo Muh Irsal mengatakan, UU MD3 dapat merusak tatanan demokrasi yang selama ini telah diperjuangkan dan diterapkan di Indonesia.

Dengan disahkannya UU MD3, dapat membuat anggota DPRD menjadi kebal hukum dan dapat berbuat seenaknya untuk melancarkan kepentingan kelompok tertentu.

Baca: Begini Persiapan Kota Palopo Jelang Penilaian Piala Adipura

"Kami menolak revisi UU MD3. Ini dapat menodai demokrasi yang ada di Indonesi. UU MD3 adalah senjata ampuh milik anggota DPR untuk menjalankan misinya," katanya.

Selain itu, para mahasiswa tersebut juga menantang anggota DPRD Palopo menyatakan sikap untuk menolak revisi UU MD3.

Mereka meminta agar Ketua DPRD Palopo dapat turun bersama-sama untuk menolak revisi UU MD3.

"Kami ingin menantang Ketua DPRD Palopo untuk sama-sama menolak UU MD3. Buat peryataan tertulis dan disampaikan ke pusat," imbunya.

Baca: Nekat Makan Obat Nyamuk Bakar, Ibu Hamil di Kota Palopo Nyaris Tewas

Unjuk rasa itu juga sempat diwarnai aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian.

Itu karena mahasiswa yang ingin membakar ban di halaman kantor DPRD dihalangi oleh aparat kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, aksi yang dikawal oleh puluhan aparat kepolisian masih sementara berlangsung.(*)

Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help