Home »

Gowa

Tiga Legislator Golkar DPRD Gowa Dipecat, NH: Mereka Itu Orang Tidak Tahu Diri

Dia pun mengapresiasi langkah Plt Ketua DPD II Golkar Gowa, Hoist Bachtiar yang menerapkan disiplin bagi kader yang hanya

Tiga Legislator Golkar DPRD Gowa Dipecat, NH: Mereka Itu Orang Tidak Tahu Diri
waode nurmin/tribungowa.com
Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid di Gowa. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Ketua DPD I Golkar Sulsel, Nurdin Halid memberikan tanggapan terkait rencana pemecatan tiga anggota DPRD Gowa dari Fraksi Golkar.

Calon Gubernur Sulsel 2018 ini menilai, Irmawaty Haeruddin, Kasim Sila dan Mussadiyah Rauf, tiga anggota DPRD Gowa tersebut, adalah orang yang tidak tahu diri.

"Tidak ada masalah ketika terjadi perbedaan, tapi kalau yang namanya penghianatan terhadap partai itu tidak boleh. Jadi Ini bukan karena benci, tapi orang itu yang tidak tahu diri," ujarnya saat dijumpai di acara Konsolidasi Partai Golkar untuk pemenangan NH-Azis di gedung Golkar Gowa, Jl. Tumanurung, Senin (5/3).

Dia pun mengapresiasi langkah Plt Ketua DPD II Golkar Gowa, Hoist Bachtiar yang menerapkan disiplin bagi kader yang hanya menggunakan Golkar namun tidak ikut berjuang.

"Masa orang hanya menggunakan Golkar untuk dapurnya saja. Masa orang menggunakan Golkar hanya untuk kepentingan pribadinya saja. Kalau kepentingan Golkar saja diabaikan, apalagi kepentingan rakyat," ujarnya lagi.

Nurdin mencontohkan, Hoist yang dulunya adalah pendukung Agus, namun karena Golkar mendukung Nurdin Halid, dia pun melaksanakan apa yang menjadi keputusan partai.

"Perbedaan itu tidak bisa memutus silaturahmi. Dan saya tidak melarang pak Hoist bergaul sama pak Agus (Calon Gubernur). Jadi omong kosong ketika ada orang yang menghianati partainya dan ngomong tentang rakyat, itu adalah kebohongan besar," katanya lagi.

Ketiga anggota dewan itu juga dianggap mementingkan dirinya sendiri.

"Kenapa? Sebab orang yang masuk melalui Golkar namun karena ada pilgub kemudian meninggalkan Golkar," kata Nurdin.

"Itu artinya apa?, dia mementingkan dirinya sendiri. Orang seperti itu berjiwa individualistis. Tidak sesuai dengan adat istiadat Sulsel. Dia sama sekali tidak mengenal, atau dia mengenal tapi tidak mengamalkan. Sudah dibesarkan Golkar, makan dari Golkar tapi tidak mau berjuang bersama Golkar," tambahnya.

Penulis: Waode Nurmin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help