Pilgub Sulsel 2018

Surat Kecil untuk Nurdin Halid, Bebaskan Gowa dari Politik Dinasti

Sejumlah warga mendatangi acara konsolidasi Calon Gubernur Sulsel Nurdin Halid di Kantor Sekretariat Golkar, Jl. Tumanurung

Surat Kecil untuk Nurdin Halid, Bebaskan Gowa dari Politik Dinasti
HANDOVER
Sejumlah warga mendatangi acara konsolidasi Calon Gubernur Sulsel Nurdin Halid di Kantor Sekretariat Golkar, Jl. Tumanurung, Senin (5/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Sejumlah warga mendatangi acara konsolidasi Calon Gubernur Sulsel Nurdin Halid di Kantor Sekretariat Golkar, Jl. Tumanurung, Senin (5/3/2018).

Meski sempat dijegat karena dicurigai akan membuat onar, namun akhirnya koordinator perwakilan warga itu bisa bertemu langsung NH.

Dia juga mengaku tidak tahu bagaimana caranya untuk bisa bertemu dengan NH sehingga dia memilih cara seperti ini.

Di hadapan NH dan pengurus lainnya, Muallim mengutarakan sebuah curahan hati yang diberi judul Surat Kecil dari Gowa untuk NH.

Baca: Nurdin Halid Konsolidasi di Gowa

Bawa Surat Kecil untuk Nurdin Halid, Warga Gowa Ini Sempat Dijegat
Bawa Surat Kecil untuk Nurdin Halid, Warga Gowa Ini Sempat Dijegat (WA ODE NURMIN)

"Kami hampir saja frustasi dengan program SKTB yang telah membuat guru-guru di Gowa hilang kehormatan, telah melahirkan murid atau siswa yang tak hormat kepada guru dan orgtuanya, dan siswa yang suka bolos sehingga banyak yang tak tahu membaca," ujarnya di hadapan NH.

Dia melanjutkan, sebagai warga Gowa, kami telah capek dan lelah atas intimidasi dan ancaman agar selalu memilih klan dinasti.

"Saya yakin banyak warga Gowa yang tidak akan berani menyampaikan ini. Tapi saya memilih mengutarakan ini karena saya lelah. Orangtua saya dimutasi berkali-kali," ujarnya.

Kehadiran warga ini pun ada juga dari Kecamatan Bontomarannu, Pattalasang, Somba Opu dan Biringbulu.(*)

Beberapa poin dari Surat Kecil dari Gowa untuk NH:

  • Bebaskan kami dari intimidasi dan ketakutan. Bebaskan Gowa dari politik dinasti.
  • Bebaskan dataran tinggi Gowa dari disparitas ekonomi, mekarkan Gowa menjadi kota Gowa dan Kabupaten Gowa.
  • Jalanan rusak cukup kami rasakan. Jalanan berlubang setiap hari.
  • Berikan kami lampu jalan / lampu penerangan agar kami dapat membedakan jalanan rusak dan jalanan mulus.
  • Ahli fungsi lahan di Gowa lahan yang dipaksa menjadi perumahan.(*)]
Penulis: Waode Nurmin
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help