Ini Dia Tumbuhan Pewarna Alami Sarung Hitam Khas Kajang Bulukumba

Daun tarung tersebut sudah menjadi resep turun temurun untuk memperoleh warna hitam yang tahan lama.

Ini Dia Tumbuhan Pewarna Alami Sarung Hitam Khas Kajang Bulukumba
firki/tribunbulukumba.com
Warga Kecamatan Kajang terbanyak belum merekam Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, KAJANG - Sebelum menjadi sarung yang memiliki corak dan ciri khas hitam mengkilap, ternyata pewarna hitam sarung Kajang yang tahan lama, hanya diperoleh dari ekstrak daun.

Daun tersebut sering disebut masyarakat adat dengan daun tarung.

Daun tarung tumbuh subur disamping rumah milik warga sekitar, sehingga tidak sulit untuk ditemukan.

Salahsatu penenun yang ditemui TribunBulukumba.com, Bolong menjelaskan, daun tarung tersebut sudah menjadi resep turun temurun untuk memperoleh warna hitam yang tahan lama.

Tarung, pewarna alami sarung hitam khas Kajang Bulukumba
Tarung, pewarna alami sarung hitam khas Kajang Bulukumba (TRIBUN TIMUR/FIKRI ARISANDI)

"Dari dulu kami sudah menggunakan daun ini (Tarung), sudah dari nenek moyang," ujar Bolong, Kamis (1/3/2018).

Untuk mendapatkan warna hitam yang tahan lama, biasanya benang direndam ke daun tarung yang telah dicampur kapur dan abu dapur.

Untuk benang, dahulu masyarakat menggunakan benang yang di buat sendiri dari kapas.

Namun, sekarang masyarakat sudah menggunakan benang katun putih yang diperoleh dari Makassar.

"Kalau benangnya warna putih sebelum direndam. Benangnya didatangkan langsung dari Makassar," ujar Bolong. (*)

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved