Hanya Dirasakan Wanita, Penyakit Ini Sering Diabaikan, Padahal Sakitnya Sama dengan Serangan Jantung

Saking menyakitkannya, dokter di Inggris menyebut bahwa hal ini bisa sama buruknya dengan serangan jantung.

Hanya Dirasakan Wanita, Penyakit Ini Sering Diabaikan, Padahal Sakitnya Sama dengan Serangan Jantung
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi nyeri haid 

TRIBUN-TIMUR.COM-Haid atau menstruasi adalah siklus bulanan yang dialami oleh hampir semua perempuan. Sayangnya, "tamu bulanan" ini sering kali datang bersama dengan serangkaian efek yang cukup menyakitkan.

Bahkan, bagi banyak perempuan, menstruasi adalah waktu yang paling tidak menyenangkan. Dari perubahan suasana hati, sakit perut, pegal di persendian, hingga pingsan tak jarang dirasakan.

Efek-efek ini sering disebut dengan dismenore atau nyeri haid. Di antara semua efek yang dirasakan, kebanyakan wanita melaporkan adanya kram di area perut yang benar-benar menyakitkan.

Baca: Berstatus Naturalisasi, Tujuh Pemain Ini Belum Pernah Berseragam Timnas, Satunya Kini Main di PSM

Saking menyakitkannya, dokter di Inggris menyebut bahwa hal ini bisa sama buruknya dengan serangan jantung.

Hal ini disampaikan oleh John Guillebaud, seorang profesor kesehatan di University College London, Inggris.

Dalam penelitiannya, Guillebaud menyebut, dismenore atau nyeri haid digambarkan hampir sama buruknya dengan serangan jantung. Nyeri haid ini mengganggu kehidupan sehari-hari sekitar satu dari 5 wanita di dunia.

Sayangnya, banyak dokter menolak untuk memberikan obat untuk hal ini. Terutama karena, nyeri haid biasanya hilang dengan selesainya masa menstruasi.

Baca: Selain Sarapan, 5 Hal Ini Bisa Cegah Nyeri Haid Bagi Wanita

Kebanyakan dokter hanya menyarankan "obat warung", yaitu ibuprofen untuk meredakannya. Namun, kadang kala, ibuprofen tidak cukup ampuh untuk meredakan nyeri haid.

Halaman
123
Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help