Home »

Opini

opini

Mengurai Kemacetan di Makassar, Ini Solusi Guru Besar Fakultas Teknik Unhas

Rusaknya kualitas kehidupan kota-kota modern terutama disebabkan oleh usaha untuk semakin memberikan ruang bagi kendaraan motor pribadi.

Mengurai Kemacetan di Makassar, Ini Solusi Guru Besar Fakultas Teknik Unhas
handover
Prof Ananto Yudono 

Mengurai Kemacetan Lalulintas di Makassar
Oleh: Prof Dr Eng Ananto Yudono
Dosen Departemen Perencanaan Wilayah Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

PERKEMBANGAN jumlah penduduk yang diikuti pertumbuhan ekonomi, mendorong pesatnya pertambahan jumlah kendaraan bermotor pribadi baik sepeda motor mupun mobil.

Secara fisik, kota juga berkembang pesat, yang kalau tidak direncanakan secara tepat, biasanya berimplikasi pada perkembangan area terbangun secara menyebar. Biasa disebut urban sprawl.

Perkembangan urban sprawl yang kurang mempertimbangkan keterpaduan sistem transportasi dan sistem tata guna ruang perkotaan mengakibatkan perjalanan penduduk sehari-hari boros dalam jarak, waktu, energi, dan biaya perjalanan.

Selain itu volume kendaraan bermotor yang memproduksi polutan gas buang juga semakin membesar, sehingga kota menjadi semakin tidak sehat.

Pesatnya pertambahan volume kendaraan bermotor yang tidak diimbangi oleh penambahan kapasitas jalan menyebabkan kemacetan lalu-lintas kota.

Paradigma penyelesaian masalah kemacetan lalu-lintas yang melulu secara enjiniring dengan menambah kapasitas jalan baik berupa pelebaran jalan, jalan baru, flyover, underway, di kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Makassar terbukti hanya mampu menyelesaikan masalah secara parsial dan dalam waktu menengah, 5 – 10 tahun.

Mengapa? Mari kita simak pendapat pakar transportasi yang juga mantan Wali Kota Colombia bahwa “Rusaknya kualitas kehidupan kota-kota modern terutama disebabkan oleh usaha untuk semakin memberikan ruang bagi kendaraan motor pribadi. Padahal kota yang layak huni dan ekologis adalah bukan hanya masyarakat miskin yang mempunyai akses dan kemudahan menggunakan sarana angkutan umum massal (SAUM), tetapi juga masyarakat kayapun senang menggunakannya.” (Penalosa, 2010).

Kemacetan lalulintas di Kota Makassar semakin lama semakin meningkat. Peningkatan daya beli warga kota yang didukung oleh kemudahan membeli kendaraan bermotor turut andil dalam pertambahan jumlah kendaraan bermotor pribadi.

Menurut Kantor Statistik Kota Makassar, rasio pertambahan jumlah kendaraan bermotor 27.4% di kota Makassar, dari tahun 2011 sebanyak 976,004 unit menjadi 1,338,738 unit pada tahun 2015.

Halaman
123
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help