Pilkada Luwu 2018

Buhari: Penolakan Berkas dan Gugatan Kami Dipaksakan

KPU menyatakan dokumen pendaftaran Buhari-Wahyu Napeng tidak memenuhi syarat tanpa melakukan verifikasi dan klarifikasi ke DPP PAN dan Hanura.

Buhari: Penolakan Berkas dan Gugatan Kami Dipaksakan
chalik mawardi/tribunluwu.com
Buhari Kahar Mudzakkar (kiri) di Posko Sahabat BKM, Jl Topoka, Belopa, Luwu, Sulawesi Selatan, Minggu (25/2/2018). 

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Luwu dinilai sudah tidak independen dalam mengambil keputusan. Penilaian itu disampaikan Bakal Calon Bupati Luwu 2018, Buhari Kahar Muzakkar.

"Dua lembaga ini KPU dan Panwaslu Luwu menolak berkas dan gugatan kami betul-betul kelihatan dipaksakan," kata Buhari, Senin (26/2/2018).

Contohnya, KPU menyatakan dokumen pendaftaran Buhari-Wahyu Napeng tidak memenuhi syarat tanpa melakukan verifikasi dan klarifikasi ke DPP PAN dan Hanura.

"KPU men-TMS-kan berkas kami dengan cara sengaja menghindari atau tidak melakukan verifikasi dan klarifikasi ke DPP Hanura dan DPP PAN untuk mendapatkan kebenaran atas usungan sebenarnya yang sah dari masing-masing partai PAN dan Hanura di Pilkada Luwu," jelas Buhari.

Baca: Buhari: Sudah 2 Kali Kami Dipecundangi

Baca: Gugatan Ditolak Panwaslu Luwu, Buhari-Wahyu Lanjut ke PTTUN

Begitupula dengan keputusan Panwaslu menolak gugatan Buhari-Wahyu juga dituding dipaksakan.

"Kalau putusan Panwaslu yang menolak gugatan kami, juga kelihatan dipaksakan dengan mengabaikan semua fakta-fakta persidangan yang menguntungkan pasangan BKM-WN," katanya.

Dimana, penegasan dukungan dari kedua partai dan keterangan saksi yang menguntungkan BKM-WN semuanya diabaikan Panwaslu di dalam putusannya.

"Ini menjadi ironis, kok partai yang sudah dua kali membatalkan dukungannya tapi masih saja partai itu ditempatkan pada calon yang sudah dibatalkan usungannya," jelasnya.

"Terasa sekali adanya tekanan dari luar yang bermain dan sangat mewarnai putusan. Target mereka bagaimana caranya kami gagal ikut pilkada," lanjutnya.(*)

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved