Sasar Kaum Millenial, BNI Wilayah Makassar Target Rp 30 M Per Bulan Transaksi YAP!

"Aplikasi YAP! ini, adalah alat pembayaran untuk transaksi non-tunai dan tanpa menunjukkan kartu debit atau kredit

Sasar Kaum Millenial, BNI Wilayah Makassar Target Rp 30 M Per Bulan Transaksi YAP!
SANOVRA JR/TRIBUN TIMUR
Pemimpin BNI Wilayah Makassar, Edy Awaludin beserta seluruh jajaran pimpinan memperkenalkan aplikasi smartphone, Your All Payment (yap!) yang berlangsung di Pasar Segar Jl Pengayoman Makassar, Sabtu (24/2). Your All Payment (yap!) sebagai alat pembayaran untuk transaksi non-tunai (cashless) tanpa perlu menunjukkan kartu debit/kredit (cardless) dan merupakan aplikasi pertama yang menggunakan 3 (tiga) sumber dana, yaitu Kartu Debit, Kartu Kredit, dan Uang Elektronik BNI (UnikQu) sesuai pilihan pengguna saat bertransaksi. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk terus agresif melakukan penetrasi ke pasar terkait layanan aplikasi smartphone Your All Payment (YAP!).

"Aplikasi YAP! ini, adalah alat pembayaran untuk transaksi non-tunai dan tanpa menunjukkan kartu debit atau kredit -nya. YAP! menjadi yang pertama dengan menggunakan tiga sumber dana, yaitu kartu debit, kartu kredit, dan uang elektronik BNI (UnikQu) sesuai pilihan pengguna saat bertransaksi," kata Edy Junaedi Pemimpin BNI Wilayah Makassar, di sela pembukaan YAP! Fest di Pasar Segar Jl Pengayoman Makassar, Sabtu (25/2/2018)

Pemimpin BNI Wilayah Makassar, Edy Awaludin beserta seluruh jajaran pimpinan memperkenalkan aplikasi smartphone, Your All Payment (yap!) yang berlangsung di Pasar Segar Jl Pengayoman Makassar, Sabtu (24/2). Your All Payment (yap!) sebagai alat pembayaran untuk transaksi non-tunai (cashless) tanpa perlu menunjukkan kartu debit/kredit (cardless) dan merupakan aplikasi pertama yang menggunakan 3 (tiga) sumber dana, yaitu Kartu Debit, Kartu Kredit, dan Uang Elektronik BNI (UnikQu) sesuai pilihan pengguna saat bertransaksi.
Pemimpin BNI Wilayah Makassar, Edy Awaludin beserta seluruh jajaran pimpinan memperkenalkan aplikasi smartphone, Your All Payment (yap!) yang berlangsung di Pasar Segar Jl Pengayoman Makassar, Sabtu (24/2). Your All Payment (yap!) sebagai alat pembayaran untuk transaksi non-tunai (cashless) tanpa perlu menunjukkan kartu debit/kredit (cardless) dan merupakan aplikasi pertama yang menggunakan 3 (tiga) sumber dana, yaitu Kartu Debit, Kartu Kredit, dan Uang Elektronik BNI (UnikQu) sesuai pilihan pengguna saat bertransaksi. (SANOVRA JR/TRIBUN TIMUR)

Dengan itu, semua pengguna smartphone dapat dengan mudah menggunakan YAP! dengan sumber dana uang elektronik UnikQu.

Sedangkan pengguna yang sudah menjadi nasabah BNI dapat menambahkan semua kartu debit dan kartu kredit sebagai sumber dana.

Edy menuturkan, pihaknya menargetkan pengguna aplikasi YAP! bisa mencapai lebih dari 10 juta secara nasional. Target itu optimistis tercapai dengan banyaknya tenant yang terus digandeng untuk bisa menerima pembayaran melalui YAP! tersebut.

"Saat ini ada sekitar 150 merchant. Target sebenarnya untuk wilayah Makassar sekitar 3.000 merchant, khusus di Makassar sepertiganya. Karena kami sudah punya Tap-cash, yang sudah penetrasi ke semua segmen," jelasnya.

Sementara itu, Vice President Consumer Banking BNI Wilayah Makassar, Hadi Santoso mengajak masyarakat untuk menikmati budaya bertransaksi baru dengan yap!, yang bukan hanya cashless, melainkan juga hilangnya ketergantungan terhadap kartu atau cardless.

"Jika transaksi pembayaran secara nontunai sudah semakin nyaman dengan yap! carabayar dengan praktis dan mudah, tanpa kartu, tanpa uang tunai, cara bayar anak muda jaman now," kata Hadi yang ditemui belum lama ini.

Target awal di Wilayah Makassar, BNI mengincar nasabah baru dari kaum millenials.

"Target kita ada sekitar Rp 30 miliar per bulan yang melakukan transaksi," ujar Hadi.

Saat ini Indonesia masih berada dalam urutan terbawah di wilayah kawasan ASEAN untuk penggunaan pembayaran non-tunai pada transaksi ritel. Menurut data BI, lebih dari 99,4 persen.

Pembayaran transaksi ritel di Indonesia masih menggunakan uang tunai. Sementara di negara tetangga seperti Singapura, nilainya jauh lebih kecil, sekitar 65,5 persen, sedangkan di Malaysia 92,5 persen dan Thailand 97 persen. (*)

Penulis: Muhammad Fadly Ali
Editor: Ardy Muchlis
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help