Tunjangan Kehormatan Professor Dihentikan, Ini Kata Ketua Dewan Guru Besar Unhas

Pembayaran tunjangan kehormatan untuk 3.800 lebih profesor dihentikan sementara

Tunjangan Kehormatan Professor Dihentikan, Ini Kata Ketua Dewan Guru Besar Unhas
MUNAWWARAH AHMAD
Prof Abrar Saleng (baju putih) dan Prof Yunus Zain (batik coklat) mendaftar sebagai bakal calon Rektor Unhas periode 2018-2022 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Pembayaran tunjangan kehormatan untuk 3.800 lebih profesor dihentikan sementara karena mereka tak menunaikan kewajiban publikasi di jurnal internasional.

"Saya sudah baca beritanya, namun penyampaian resmi ke universitas kami belum terima dari Kemenristek Dikti," kata Ketua Dewan Professor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr Abrar Saleng SH MH, Kamis (22/2/2018).

"Jika ini benar berarti, kami Profesor di Unhas lolos semua dan terbukti tunjangan profesi dosen dan kehormatan profesor sedang diproses pembayarannya," lanjut Guru Besar Fakultas Hukum Unhas tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa professor diberi beban mengajar minimal 12 satuan kredit semester (sks) dan maksimal 16 sks persemester serta menyelenggarakan tridarma perguruan tinggi penelitian dan pengabdian masyarakat.

Beban tambahan berdasarkan Permen Ristek dikti No. 20 tahun 2017 adalah bagi dosen dengan jabatan akademik Lektor Kepala dan Profesor setia tiga tahun harus memiliki minimal 3 (tiga) publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi atau satu publikasi pada jurnal internasional.

"Selain kewajiban publikasi ilmiah tersebut, diharuskan juga bagi dosen Lektor Kepala dan Profesor menulis buku minimal satu buku selama tiga tahun," ungkap Prof Abrar.

Apabila dosen Lektor Kepala dan Profesor tidak memenuhi ketentuan tersebut pada pasal 4 dan 8 permen ristekdikti tersebut, maka tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan Profesor, dihentikan sementara sampai dosen dan Profesor yang bersangkutan memenuhi kewajibannya.

"Saat ini ada 292 professor di Unhas dan 580 lektor kepala dan semuanya masih menerima tunjangan profesi dan kehormatan," ungkap Prof Abrar.(*)

Penulis: Hasrul
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved