citizen reporter

Ada yang Ingin Rusak Kerukunan di Indonesia, Ini Pesan Firdaus Muhammad

Disampaikan saat dialog di Warkop Cappo, Makassar. Dihadiri puluhan mahasiswa lintas perguruan tinggi di Makassar dan Kabupaten Gowa.

Ada yang Ingin Rusak Kerukunan di Indonesia, Ini Pesan Firdaus Muhammad
handover
Suasana Dialog Harmonisasi Antar Ummat Beragama yang digelar di Warkop Cappo, Kota Makassar, Rabu (21/2/2018). Digelar Dema FHS UINAM. 

Erland Rasak
Wakil Ketua I Dema FSH UINAM
Melaporkan dari Kota Makassar

Masyarakat Indonesia, terkhusus kalangan pemuda, mesti mewaspadai adanya gerakan yang menginginkan harmonisasi di negeri ini terganggu.

Kasus pembunuhan ulama oleh orang gila, penyerangan biksu dan rumah ibadah beberapa pekan terakhir dikhawatirkan bagian dari upaya ingin merusak kerukunan beragama di Indonesia. Tidak terkecuali di Sulawesi Selatan.

Insiden-insiden tersebut sangat rawan dimainkan pihak tertentu. Terlebih pada momen tahun politik di Indonesia.

Hal tersebut antara lain mengemuka pada Dialog Harmonisasi Antar Ummat Beragama yang digelar di Warkop Cappo, Kota Makassar, Rabu (21/2/2018).

“Isu-isu politik identitas juga bisa jadi menjadi sasaran efektif untuk memecah konsentrasi umat. Hal ini juga perlu diwaspadai,” papar dosen UINAM Dr Firdaus Muhammad sekaligus pengurus MUI Kota Makassar yang tampil sebagai salah satu pembicara

Selain Firdaus, Ketua Gema Konghucu Makassar Erfan Sutono, Frandy Al Fanggi dari GMKI Kota Makassar dan Ketua GP Ansor Kota Makassar Muhammad Harun dan Ketua PMKRI Makassar Enrico Pribadi.

Acara ini digelar Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM).

Dihadiri puluhan mahasiswa lintas perguruan tinggi di Makassar dan Kabupaten Gowa.

Erfan berharap toleransi yang selalu didengungkan para tokoh jangan hanya sampai sebatas di bibir saja dan hanya diucapkan di forum diskusi. Tapi mestinya jadi praktik keseharian semua pihak.

“Makanya kami dari aliansi lintas agama sering melakukan baksos bersama di Kota Makassar. Tujuan kita adalah ingin menunjukkan bahwa kita semua bisa bekerja sama dan rutin saling bersilaturahim antarsesama umat beragama,” kata Erfan.

Sementara Harun, Frandy dan Enrico sependapat bahwa harmonisasi masyarakat menjadi syarat utama keberlangsungan pembangunan.

“Bayangkan saja kalau kita konflik setiap hari, mana sempat urus pembangunan,” tutur Harun. (*)

Penulis: CitizenReporter
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved